Sebelumnya
Terkait upaya mengerek TKDN, Juli mengungkapkan, perseroan tengah membangunan pabrik Shaped Charges (bahan peledak) di Tanah Air.
Komoditas itu untuk memenuhi kebutuhan sektor minyak dan gas (migas).
“Kami sedang menjajaki kerja sama dalam bentuk Joint Operation dengan Schlumberger Geophysics Nusantara (SGN) untuk membangun pabrik Shaped Charges,” tuturnya.
Baca juga : Habib Zahir Yahya: Tinggalkan dan Tanggalkan Semua Selain Tuhan
Direktur Utama Dahana Wildan Widarman mengatakan, peluang kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Non Disclosure Agreement (NDA) antar kedua pihak.
“Rencananya, pabrik ini untuk memenuhi pasar domestik. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspor di tahun-tahun mendatang,” ujar Wildan, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Untuk pembangunan pabrik tersebut, lanjutnya, perseroan akan memanfaatkan lahan seluas satu atau dua hektar (ha) di Kawasan Energetic Material Center Subang, Jawa Barat. Dipastikannya, pembangunan pabrik ini akan meningkatkan TKDN dalam produk Shaped Charges.
Baca juga : Jelang Idul Adha, Kementan Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Aman
“Pembangunan pabrik ini juga diharapkan dapat meningkatkan potensi pendapatan perusahaan ke depan,” harapnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Sesditjen Pothan Kemhan), Brigadir Jenderal TNI Aribowo Teguh Santoso mengapresiasi rencana kerja sama tersebut.
“Kerja sama ini bisa menjadi momentum untuk mewujudkan kemandirian industri bahan peledak nasional dengan mengurangi ketergantungan impor,” tutupnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.