Sebelumnya
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Waskita, sepanjang Semester I tahun ini, setiap hari sebanyak 97 ribu kendaraan memanfaatkan tujuh ruas tol tersebut.
Jumlah kendaraan yang menggunakan tujuh ruas tersebut diperkirakan meningkat signifikan, setelah diselesaikannya seluruh seksi tol.
Baca juga : Kita Belajar Ke China
Saat ini, lanjut Destiawan, kebutuhan infrastruktur semakin besar, terutama untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi. Untuk itu, pihaknya terus berkomitmen mendukung Pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur.
Sebagai informasi, sejak 2014, Waskita berinvestasi pada 19 ruas tol dengan total panjang lebih dari 1.000 kilo meter (km). “Penyerapan dana PMN akan dilakukan secepat mungkin, guna memastikan proyek diselesaikan secara tepat waktu dengan menerapkan Good Corporate Governance,” tuturnya.
Baca juga : Lakukan Transformasi, Waskita Karya Targetkan Jadi Lebih Kuat
Perkuat Monitoring
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, pencairan PMN ke BUMN sangat dibutuhkan. Ditambah lagi BUMN tengah tancap gas agar bisa lebih kompetitif.
Baca juga : Kuras Kantong Rp 1,9 Triliun, Chelsea Ikat Romelu Lukaku 5 Tahun
Menurutnya, saat ini hingga dengan 2022, merupakan masa pemulihan BUMN. Berbagai program transformasi dan restrukturisasi perusahaan pun saat ini sedang dijalankan.
“Sebagian PMN sudah dialokasikan buat biaya restrukturisasi. Sebagian lagi untuk menambah capex (capital expenditure/belanja modal) BUMN. Jadi memang cukup dibutuhkan,” ujar Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.