Sebelumnya
Namun ia meminta, agar Kementerian BUMN melakukan monitoring pada BUMN yang sudah beberapa kali mendapat suntikan PMN. “Ini perlu diperkuat supaya hasil PMN tersebut tepat sasaran. Juga menjaga konsistensi atas kebijakan yang sudah dicanangkan supaya diperkuat,” pintanya.
Untuk lebih memaksimalkan kinerja BUMN, Toto berharap, rencana holding dan likuidasi beberapa perusahaan yang sudah tidak kompetitif atau bahkan sudah berhenti operasi, segera dipercepat.
Baca juga : Kita Belajar Ke China
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, dalam pemberian PMN kepada BUMN, Pemerintah hati-hati dan selektif. Ini sejalan dengan perusahaan pelat merah yang mendapatkan penugasan khusus oleh Pemerintah.
“Untuk tahun depan fokus PMN yakni untuk melaksanakan proyek-proyek infrastruktur,” ujarnya.
Baca juga : Lakukan Transformasi, Waskita Karya Targetkan Jadi Lebih Kuat
Kemenkeu mencatat, realisasi pembiayaan investasi hingga 18 Agustus 2021 sebesar Rp 54,12 triliun. Angka tersebut setara dengan 29,45 persen dari alokasi pembiayaan investasi di tahun ini sebesar Rp 184 triliun.
Tercatat BUMN yang mendapatkan PMN pada tahun ini antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Indonesia Financial Group (IFG) Life, PT Pelindo III (Persero), PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.