Sebelumnya
"Kami yakin PMN dapat memutar dan mempercepat roda pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.
PMN yang akan diterima BNI itu menjadi yang terbesar keempat, setelah Hutama Karya Holding Pariwisata dan PLN.
BNI menjadi salah satu perusahaan pelat merah yang membutuhkan PMN sebab rasio kecukupan modal atau CAR (Capital Adequacy Ratio) mengalami penurunan ke kisaran level 19.7 persen hingga 16,7 persen sejak 2016 hingga 2020.
Baca juga : Industri Hulu Migas Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi
“Selain untuk: memperkuat CAR, suntikan PMN juga memberikan ruang lebih bagi bank untuk mendukung pertumbuban ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19," jelas Silvano.
Setor Dividen
Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto menyebutkan, sepanjang 2010-2020 PMN yang diberi negara ke BUMN mencapai Rp 187 triliun, Dari lokasi itu, BUMN mampu menyetor dividen senilai Rp 377,8 triliun dan menyumbang penerimaan pajak Rp 1.518.7 triliun.
Baca juga : Industri Kelapa Sawit Mampu Bangkitkan Ekonomi Nasional
Ia menegaskan, anggaran yang disuntikkan negara ke BUMN dalam lima tahun terakhir telah naik signifikan. Ini lantaran Pemerintah fokus pada program pembangunan infrastruktur.
“Tahun anggaran 2021, Pemerintah alokasi PMN BUMN Rp 42.38 triliun, dioptimalkan untuk Kinerja BUMN dan memberi dampak signifikan bagi kondisi sosial ekonomi,” Kata Dito di kesempatan yang sama.
Ia menerangkan, investasi Pemerintah di BUMN dibutubkan sebagai katalis pemacu pembangunan kegiatan ekonomi nasional. Hal in diyakini dapat menjadi agen pembangunan, Karena aktivitasnya memiliki outcome yang tinggi.
Baca juga : Anies: Sektor Kreatif Topang Pemulihan Ekonomi Nasional
“Tetapi pengawasan harus terus dilakukan agar pemberian PMN ke BUMN pemanfaatannya tercapai,” warning-nya.
Dito menambahkan, meski masih dalam kondisi pandemi, namun agenda pembangunan tidak boleh ditunda. Seperti agenda di bidang Kesehatan, pendidikan, sumber daya manusia. Termasuk infrastruktur dan agenda prioritas linnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.