BREAKING NEWS
 

Resmikan 6 Rumah Ibadah di Kampus, Universitas Pancasila Jadi Miniatur Keberagaman

Reporter & Editor :
TEAM ADV
Rabu, 5 Januari 2022 18:27 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhir-akhir ini faham radikalisme perlahan menyusup dan menyasar para intelektual muda. Fenomena ini tentunya perlu segera diantisipasi, agar tidak merusak generasi muda. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar Universitas Pancasila membangun 6 rumah ibadah dari agama yang diakui di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPP UP) Dr. (HC.) Ir. Siswono Yudo Husodo sesaat setelah Peresmian ke 6 rumah ibadah oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, disaksikan Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas. Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D, serta dihadiri oleh Para Duta Besar dari negara- negara sahabat, serta pengusaha pada rabu (5/1) .

Baca juga : Penyidikan Rampung, Andi Merya Nur Segera Disidang

Sebagai Inisiator pendirian 6 rumah ibadah, Siswono Yudo Husodo menjelaskan, Latar belakang pemikirannya adalah sebagai Universitas yang menyandang nama besar Pancasila, maka sudah selayaknya sivitas akademikanya berkomitmen menjaga Pancasila, menjaga bangsanya, termasuk keberagamannya baik adat istiadat, budaya, bahasa dan agama. Harmonisasi interaksi dan komunikasi antar umat beragama akan menghilangkan konflik antar kelompok mahasiswa yang kerap muncul di satu perguruan tinggi.

Adsense

Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, S.H., M.Si., FCBArb dalam laporannya menambahkan bahwa Bangsa ini telah meletakkan Pancasila sebagai Weltanschauung (pandangan dunia/Worldview) atau philosofische grondslag (dasar filsafat negara). Bangsa ini juga secara konsensus telah meletakan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan pondasi “ada” nya” negara Indonesia.”

Baca juga : Akabri 2001 Bangun Tempat Ibadah, Kapolri: Komitmen Sinergitas TNI-Polri Jaga Keberagaman

“6 rumah ibadah ini akan menjadi simbol “Rumah Keberagaman”, tempat dimana seluruh sivitas akademika dan masyarakat sekitar dapat membangun relasi keimanannya baik yang beragama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Tempat belajar mempererat hubungan kemanusiaan, bertoleransi dan menjaga persatuan, belajar berdiskusi untuk sebuah keputusan, dan belajar bersikap adil bagi sesama.” ungkapnya.

Edie Toet menuturkan, Pembangunan keenam Rumah Ibadah ini dilakukan secara gotong royong baik oleh internal Yayasan Pendidikan Dan Pembina Universitas Pancasila, Universitas Pancasila dan relasi-relasi Yayasan dan Universitas Pancasila.

Baca juga : Universitas Pancasila Resmikan Pura Widya Santika di Lingkungan Kampus

Rumah ibadah tersebut terdiri dari, Masjid AT-TAQWA Universitas Pancasila, Gereja Protestan Grha Layanan Kristen Universitas Pancasila, Gereja Katolik Santro Petrus Universitas Pancasila, Vihara Dhamma Sasana Universitas Pancasila, Pura Widya Santika Universitas Pancasila dan Kelenteng Kebajikan Agung Universitas Pancasila Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila selesai dibangun dan diresmikan pada 4 Oktober 2018, Kelenteng "Kebajikan Agung" Universitas Pancasila pada tanggal 3 Oktober 2021, Vihara Dhamma Sasana pada tanggal 5 Desember 2021, Gereja Protestan Grha Layanan Kristen pada tanggal 11 Desember 2021, Pura Widya Santika pada tanggal 18 Desember 2021 dan yang terakhir Gereja Katolik Santo Petrus pada tanggal 22 Desember 2021. Masjid At-Taqwa semula adalah sebuah masjid sumbangan dari Yayasan Amal Bakti Pancasila yang di bangun pada tahun 1991.

"Universitas Pancasila berharap dengan adanya rumah ibadah ini relasi dalam bingkai kebersamaan dan suasana akademis yang sehat akan menguatkan semangat keberagaman sekaligus menumbuhkan keeratan hubungan. pemahaman makna bersama akan perlunya hidup berdampingan dalam satu kampus yang damai" pungkas Edie Toet. [ARM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense