BREAKING NEWS
 

Lab Indonesia 2026 Siap Hadirkan Inovasi dan Kolaborasi Global

Reporter & Editor :
TEAM ADV
Rabu, 1 April 2026 18:15 WIB
Foto Dok Lab Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Lab Indonesia 2026, pameran industri laboratorium dua tahunan, akan kembali digelar pada 15-17 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Dengan tema "Shaping the Future of Indonesia's Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness", pameran ini diharapkan dapat menjadi platform strategis untuk meningkatkan daya saing industri laboratorium di Indonesia.

Lebih dari 300 perusahaan exhibitor dari 16 negara akan berpartisipasi dalam pameran ini, termasuk empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia.

Baca juga : PMI Manufaktur Maret 2026 Melemah, Kadin Soroti Tekanan Global

Deputy Event Director dari PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari menyatakan optimismenya terhadap penyelenggaraan tahun ini. "Lab Indonesia dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri dan riset di Indonesia," ujar Kristi.

Adsense

Saptogiri, Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo, juga menyatakan komitmennya terhadap transformasi industri laboratorium di Indonesia. "Kami ingin menunjukkan komitmen terhadap transformasi ini dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium yang lebih tinggi di seluruh Indonesia," katanya.

Baca juga : Indonesia Tetap Seksi di Tengah Gejolak Global

Lab Indonesia 2026 juga akan menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan industri, regulator, serta komunitas ilmiah untuk membahas arah perkembangan laboratorium di Indonesia. Program seperti LabForum, LabTalk, dan One to One Business Matching akan dihadirkan untuk membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis antar pelaku industri.

Afrizal, Ketua HKI Jakarta, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri laboratorium, namun masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan impor alat dan minimnya hilirisasi riset. "Kolaborasi antara industri dan akademisi serta dukungan media menjadi kunci dalam menjadikan laboratorium kimia sebagai pusat inovasi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Baca juga : Bahlil Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM Di Tengah Gejolak Global

Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Lab Indonesia. "BSN – KAN menyambut baik ajang ini dan secara aktif mendukung pelaksanaan pameran ini," ujarnya.

Lab Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi platform strategis untuk meningkatkan daya saing industri laboratorium di Indonesia dan memperkuat perannya sebagai penghubung antara riset, teknologi, dan industri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense