Sebelumnya
Mulyadi kemudian mengungkapkan tiga faktor yang membuat survei tidak tepat. Pertama, fiktif, dalam artian tidak melakukan survei tapi seolah-olah melakukan survei atau tidak ada proses, tapi hasilnya ada.
Baca juga : Pengamat: Mbak Puan Bisa Jembatani PDIP Dengan Kekuatan Islam
Kedua, rekayasa, yaitu dilakukan survei tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh si pemesan kemudian datanya tidak sesuai aslinya. Dan ketiga, salah, yaitu survei akibat dari kebodohan dalam memahami metodologi penelitian.
Baca juga : Myriad Social Hadirkan Solusi Desentralisasi
"Biasanya dalam teknik penarikan sampelnya salah, atau misalnya membuat operasionalisasi sebuah konsep atau variabel. Jadi yang disebut dengan kepuasan masyarakat itu, kepuasan publik itu apa, itu tidak runtut ya. Mulai dari konsepnya, variabel, dimensi, indikator, sampai kemudian membuat pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah kuisioner," terangnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.