BREAKING NEWS
 

Perpusnas Siapkan Rp 30 M Untuk Bangun Perpustakaan Di Bengkulu

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 28 November 2022 15:13 WIB
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kedua kanan) menyerahkan buku ke Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dalam peresmian perluasan Gedung Layanan Perpustakaan Bengkulu dan talk show Peningkatan Indeks Layanan Masyarakat (PILM) untuk kesejahteraan, Senin (28/11). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah program sudah disiapkan Pemda Bengkulu untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di era globalisasi. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) siap membantu Pemda Bengkulu untuk mewujudkan niatan tersebut. 

“Pada 2023, akan dibangun Gedung Perpustakaan Umum di sekitar wilayah Bengkulu dengan total Rp 30 miliar,” janji Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando di hadapan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada peresmian perluasan Gedung Layanan Perpustakaan Bengkulu dan talk show Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) untuk kesejahteraan, Senin (28/11).

Syarif Bando berkeyakinan, dengan dibangunnya perpustakaan di banyak tempat, akan mendorong lahirnya berbagai pemikiran baru, inovasi, serta kreativitas yang dapat membantu masyarakat lepas dari kebodohan dan ketertinggalan di berbagai aspek kehidupan. "Inovasi pemikiran jauh itu lebih dahsyat 1.000 kali daripada perang fisik," tambah Syarif Bando.

Baca juga : Pemprov Sulsel Siap Bantu Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara Inisiatif BIN

Senada dengan yang disampaikan Syarif Bando, Rohidin Mersyah menegaskan, jika literasi baik maka akan lebih mudah memahami setiap persoalan. Literasi membentuk pola pikir manusia untuk berkembang maju. Kehadiran perpustakaan menjadi salah satu variabel penting untuk meningkatkan daya baca dan kemampuan literasi.

Adsense

“Kita sudah siapkan lahan yang paling strategis di Bengkulu untuk membuat perpustakaan yang representatif,” ujarnya.

Bergesernya paradigma pelayanan perpustakaan dari konvensional ke digital merupakan bagian dari perluasan akses terhadap pengembangan literasi. Sebagian masyarakat kini telah menggunakan internet untuk mencari segala informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan.

Baca juga : Ini Bantahan Pj Gubernur Banten

“Mereka, terutama generasi muda saat ini bahkan menggunakan medium internet untuk mencari ide-ide baru. Mereka lebih adaptif terhadap perubahan zaman,” imbuh anggota Komisi X DPR Dewi Coryati, di tempat yang sama.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Bengkulu Agus Trianto menegaskan, kehadiran perpustakaan adalah bagian dari atmosfer literasi. Kebermanfaatannya menjadi indikator penting pada peningkatan indeks literasi masyarakat.

Namun, diperlukan cara-cara unik dan kreatif untuk mengajak masyarakat untuk mau membaca. Seperti yang dicontohkan pegiat literasi Meri Susanti dengan mengenalkan Gerakan Akuarium Literasi. 

Baca juga : PUPR Kerahkan Timsus Untuk Data Kerusakan Rumah Di Cianjur

“Jadi, anak-anak setelah membaca diminta untuk berani menceritakan kembali apa yang dibaca. Bagi yang tampil percaya diri diberikan reward berupa ikan cupang,” kata Meri.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense