Dewan Pers

Dark/Light Mode

PUPR Kerahkan Timsus Untuk Data Kerusakan Rumah Di Cianjur

Kamis, 24 November 2022 23:23 WIB
Tim khusus PUPR  melakukan survei dan mendata jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi
Tim khusus PUPR melakukan survei dan mendata jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerjunkan tim khusus (timsus) guna melakukan survei dan mendata jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Tim survei dilengkapi atribut topi rompi kuning dengan logo Kementerian PUPR serta akan mendata serta melakukan verifikasi rumah dengan menggunakan aplikasi Rutena atau Rumah Terdampak Bencana sehingga bisa diperoleh data jumlah yang perlu mendapat bantuan serta yang perlu direlokasi ke tempat yang aman.

"Mulai hari ini kami akan menerjunkan tim khusus guna mendata rumah - rumah masyarakat yang terdampak akibat bencana gempa bumi di Cianjur," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto saat memimpin Apel Persiapan  Mitigasi Bencana Untuk Identifikasi Kerusakan Rumah di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11).

Berita Terkait : Relawan Balad Erick Thohir Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur

Menurut Iwan, proses pendataan dan verifikasi rumah yang rusak tersebut perlu cepat dilaksanakan. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang harus mengungsi dan meninggalkan rumahnya karena mengalami kerusakan.

Berdasarkan hasil laporan di Posko Bersama Penanganan Bencana Gempa Bumi di Cianjur, imbuh Iwan, tercatat masuk laporan ada sekitar 56 hingga 57 ribu rumah yang rusak baik ringan, sedang hingga berat. 

Jumlah tersebut, tentunya juga harus di survei dan diverifikasi lapangan oleh petugas sehingga diketahui secara pasti kerusakan bangunan melalui dokumentasi foto serta data pemilik rumah.

Berita Terkait : Pertamina Salurkan Bantuan Hingga Rp 948 Juta Untuk Pulihkan Cianjur

"Survei dan verifikasi lapangan ini menggunakan aplikasi Rutena atau Rumah Terdampak Bencana. Jadi hasil proses pendataan bisa diketahui secara cepat efektif dan ada Koordinator Lapangan yang akan mengkoordinir," katanya.

Dalam proses pendataan ini, kata Iwan, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR juga melibatkan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Cianjur, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS, relawan serta mahasiswa yang direkrut untuk mendata rumah. Mereka akan dilatih untuk menggunakan aplikasi Rutena terlebih dulu sebelum turun ke lapangan.

Tim survey di lapangan tersebut akan dilengkapi atribut topi hitam dan rompi kuning dengan logo Kementerian PUPR. Mereka akan mendata serta melakukan verifikasi rumah dengan menggunakan aplikasi Rutena atau Rumah Terdampak Bencana sehingga bisa diperoleh data jumlah yang perlu mendapat bantuan serta yang perlu direlokasi ke tempat yang aman.

Berita Terkait : Perhutani Jadi Posko Satgas Bencana BUMN Untuk Korban Gempa Cianjur

"Penggunaan aplikasi Rutena ini sangat mudah dan bisa diakses melalui Playstore. 

Apabila di lokasi tidak ada sinyal internet, petugas juga bisa membawa lembar hardcopy untuk mendata rumah dan akan diinput di posko pendataan rumah Kementerian PUPR," terangnya.■