Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lestari Harap Makin Banyak Perempuan Berkiprah Di Ruang Publik

Kamis, 24 November 2022 20:34 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat Temu Tokoh Nasional MPR RI bertema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan di sela penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok Pesantren Hasyim Asyari, Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (24/11). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat Temu Tokoh Nasional MPR RI bertema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan di sela penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok Pesantren Hasyim Asyari, Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (24/11). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perempuan sebagai Ibu bangsa memiliki legitimasi untuk berperan lebih besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.

"Perempuan di dalam keluarga jelas memiliki peran sentral, tetapi mengapa kekuatan alami itu belum berhasil dibawa ke sektor formal. Kita perlu mendorong perempuan masuk dalam sistem dalam proses pembangunan bangsa," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.

Hal itu diungkapkan Lestari saat membuka acara Temu Tokoh Nasional MPR RI bertema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan, di sela penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari, Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (24/11).

Hadir pada acara tersebut antara lain Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Lubis (Rektor UIN Jakarta), Dr (H.C) KH. Lukman Hakim Saifuddin, (Menteri Agama 2014-2019), KH. Nuruddin Amin (Wakil Ketua DPRD Kab. Jepara) dan Dr. Suyoto (Bupati Bojonegoro 2008-2018).

Berita Terkait : Lestari Minta Pemerintahan Fokus Tingkatkan Kualitas Guru

Saat ini, ujar Lestari, banyak permasalahan bangsa yang harus dihadapi. Melalui pelaksanaan KUPI II ini, para perempuan diharapkan ikut aktif mempengaruhi kebijakan dalam upaya menjawab berbagai tantangan itu.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, KUPI adalah salah satu kekuatan yang luar biasa yang bisa mewujudkan peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik.

Jadi, tegas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR itu, apa pun partai dan golongannya, para perempuan harus membuka kesempatan seluas-luasnya agar mampu melakukan perubahan dari dalam sistem ketatanegaraan yang kita jalankan.

Apalagi, ujar Rerie, saat pandemi kita dipacu untuk melakukan banyak perubahan. Sebelumnya, bangsa ini juga menghadapi lompatan-lompatan teknologi yang belum sepenuhnya bisa kita antisipasi sejumlah dampaknya.

Berita Terkait : Lestari Desak Tingkatkan Literasi Pencegahan Polio

Pada kesempatan itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mengingatkan para hadirin tentang pentingnya empat pilar kebangsaan seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam keseharian.

Keempat konsensus kebangsaan itu, jelas Rerie, harus menjadi nafas setiap anak bangsa, termasuk para anggota KUPI, dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rerie berharap di era ini para anggota KUPI dapat berperan dalam mengisi pembangunan dan mampu menjadi agen pemersatu bangsa.

Apalagi, ujarnya, tantangan global seperti resesi ekonomi dan pemikiran-pemikiran besar yang mendorong gerakan ekstrim kiri mau pun kanan berpotensi mengancam bangsa.

Berita Terkait : Paulo Dybala Yakin Bakal Ada Kejutan Piala Dunia 2022

"Kita harus bersatu untuk menangkal para anasir yang membawa berbagai ancaman tersebut ke tanah air. Saya yakin para anggota KUPI mampu mendidik anak bangsa untuk mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan bersatu," pungkasnya. ■