RM.id Rakyat Merdeka - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan segera beroperasi pada 18 Agustus 2023. Ini sekaligus menjadi kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia.
Sebelumnya, Pemerintah menargetkan kereta ini bisa beroperasi pada Juni 2023. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, operasional kereta cepat Jakarta-Bandung ini tidak molor.
Namun, proyek ini memang ditujukan sebagai kado kemerdekaan.
“Semua masih berjalan sesuai dengan rencana. Tidak ada kendala-kendala yang berarti. Kita berharap presiden pada 18 Agustus dapat meresmikan, tapi trial ini akan dimulai Mei. Kita mau bikin hadiah 17 Agustus,” ujar Luhut dalam peresmian penyelesaian pemasangan rel KCJB di Stasiun Halim, Jakarta Timur, kemarin.
Eks Menkopolhukam ini mengaku telah mendapat laporan progres pembangunan proyek KCJB saat ini mencapai 86,19 persen.
“Mungkin malah 90 persen rata-rata kita sudah bisa selesaikan sejak konstruksinya dimulai pada 2018,” ungkapnya.
Apalagi, saat ini rel KCJB sepanjang 304 kilometer (km) telah terpasang semua.
Rel tersebut meliputi jalur ganda seluruh trase KCJB sejauh 142,3 km, rel di 4 stasiun KCJB, dan Depo Tegalluar.
Saat beroperasi, kata Luhut, proyek KCJB juga akan terintegrasi dengan LRT Jabodebek.
Nantinya penumpang KCJB bisa langsung naik LRT Jabodebek menuju Dukuh Atas atau Bekasi.
Baca juga : Ketua MK Selamat Apa Tamat
“Dengan terintegrasi, cost akan lebih murah, perjalanan lebih cepat, dan membuat semua menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengungkapkan, KCJB akan mempunyai tiga tarif tiket, mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif.
Namun, dia tidak menyebut harga tiket KCJB karena masih didiskusikan.
“KCJB itu ada kelas ekonomi, kelas eksekutif, bisnis eksekutif,” terangnya.
Ia menambahkan, akan ada integrasi antara KCJB dan LRT Jabodebek untuk mempermudah konektivitas penumpang.
Baca juga : Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Cepat, KCIC Gaet KKJTJ
Terkait tiket integrasi juga belum ditentukan apakah akan terpisah atau tergabung.
“Di Stasiun Halim ada terintegrasi antara LRT dengan kereta cepat. Soal tiket nanti diusul apakah jadi satu atau terpisah, tapi yang pasti tiket kereta cepat lebih mahal dibanding LRT,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi sempat membocorkan kisaran harga tiket KCJB yaitu, berkisar Rp 150-350 ribu
“Untuk tarif berkisar Rp 150-350 ribu sesuai dengan hasil studi Demand Forecast Polar UI,” ujar Dwiyana. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.