Sebelumnya
Bahlil juga menyatakan, Volkswagen akan bekerja sama dengan Eramet dan Kalla Group untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik. Namun belum ada penjelasan lebih rinci mengenai skema kerja sama ini.
“Ada juga dengan skema joint venture dan suplai bahan baku,” ujarnya.
Bahlil mengatakan, pertemuan ini menandakan Indonesia masih menjadi negara yang menarik terutama bagi investasi dari Eropa.
Dia yakin, model investasi yang dilakukan akan membantah cara orang awam berpikir soal pertambangan di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Jerman ingin memfasilitasi agar kerja sama komprehensif ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa atau EU-CEPA dapat mencapai kesepakatan.
“Kita menggunakan pendekatan pragmatis antarkedua negara, dan tentunya Jerman akan bersikap sama ke arah sana. Jadi, Jerman ingin memfasilitasi Indonesia agar EU-CEPA ini bisa segera diputuskan,” terangnya.
Baca juga : Indonesia Kerek Investasi
Airlangga menyampaikan hal tersebut usai menggelar pertemuan bilateral dengan Jerman menjelang peresmian pameran teknologi terbesar dunia Hannover Messe, dan Indonesia menjadi official partner country.
Menurut dia, Jerman mendorong Indonesia agar menggunakan pendekatan lebih pragmatis, dan harus mempertimbangkan kepentingan daripada petani Indonesia.
“Pendekatan dari Jerman juga harus pragmatis terhadap konstituen. Petani dari kakao, kopi, sawit itu harus jadi pertimbangan mereka, sama seperti kita mempertimbangkan petani di negara-negara Eropa,” ujarnya.
Baca juga : Kesiapan Indonesia Di Hannover Messe 2023 Sudah 100 Persen
Menurut Airlangga, terdapat beberapa hal yang membuat perundingan EU-CEPA belum juga mencapai kesepakatan. Antara lain, soal beberapa kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga ditemani Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.