Sebelumnya
“Kebetulan ekonomi kita makin baik, terus terpikir kenapa kita tidak membuat AIS. Forum khusus negara-negara kepulauan untuk menjadi satu,” ucapnya.
Dari AIS Forum ini, ada banyak hal yang bisa diperbincangkan. Indonesia bisa memberikan contoh sukses maupun kekurangannya.
“Nanti dalam forum itu kita perbincangkan kepada negara-negara kepulauan yang lain,” tutur Luhut.
Baca juga : TGB: Kami Ingin Pakai Cara Lurus, No Drama
Sebagai negara kepulauan yang berkembang, Indonesia dahulu dituduh paling jorok. Soalnya, di sungai Ciliwung dan beberapa laut itu tercemar berbagai macam sampah.
Indonesia pun langsung menyelesaikan berbagai persoalan itu. Sekarang 70 persen sudah dibersihkan.
“Kami coba didik masyarakat juga. Di sekitar sungai kami buat proses pengolahan sampah dan seterusnya. Itu terbukti bisa dan ini bukan pekerjaan 5 tahun atau 10 tahun ini pekerjaan berkelanjutan bisa sampai 20 tahun untuk menuai hasilnya,” paparnya.
Baca juga : Pakai Cara Kreatif, Gerak 08 Ingin Prabowo Menang Satu Putaran
Dia menerangkan, Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kepulauan juga konsisten mematuhi peraturan internasional.
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) juga akan terus dimonitor Pemerintah.
“Kita ini negara kepulauan terbesar di dunia, harus banyak punya hubungan baik dengan negara-negara kepulauan. Makanya kami buat AIS Forum dengan membuat ministerial meeting di Madagaskar dan di Fiji,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.