BREAKING NEWS
 

SDM Unggul Jadi Kunci

Jokowi Ingatkan, SDA Melimpah Tak Jamin Indonesia Jadi Negara Maju

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 15 Januari 2024 10:12 WIB
Presiden Jokowi, saat membuka Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/1/2024). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke dua kampus di Washington DC dan San Francisco, Amerika Serikat (AS), sebulan lalu. 

"Betul-betul saya kaget. Karena yang saya lihat, lebih dari separuh mahasiswanya itu berasal dari Tiongkok, dari China. Saya kemudian berpikir, inilah yang menyebabkan China melompat maju dalam 20 tahun terakhir. Melampaui negara-negara yang sudah maju," papar Jokowi, saat membuka Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/1/2024).

"Yang paling banyak berikutnya adalah India. Saya cari lagi mahasiswa dari Indonesia, ternyata ada 5. Sangat kecil sekali," imbuhnya.

Baca juga : Mentan Yakini Indonesia Bisa Jadi Negara Super Power

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi juga meninjau Fakultas Jurusan Robotic dan Artificial Intelligence (AI). Yang dilihatnya di fakultas tersebut, juga tak jauh beda. Lebih dari separuh mahasiswa yang ada di tempat itu, berasal dari China.  

Adsense

Mereka semua belajar AI, robotic. Baik untuk laut dalam, agribisnis, kebutuhan medis, juga manufaktur. Semua mereka pelajari di situ.

"Inilah yang harus kita siapkan, karena 5-10 tahun mendatang, kita akan mendapatkan bonus demografi. SDM unggul akan menjadi kunci. Itu harus betul-betul kita persiapkan secara riil dan konkret," tutur Jokowi.

Baca juga : Prabowo: Jangan Termakan Brainwashing Indonesia Negara Miskin

Presiden ke-7 RI itu mengingatkan, sumber daya alam Indonesia memang melimpah. Tapi, itu tak cukup untuk bekal menjadi negara maju.

Jokowi bilang, kita sering lupa. Batubara misalnya, habis dicangkul langsung dijual. Begitu juga nikel. Kelar dicangkul, langsung dijual. Diterima oleh semua negara terima. Tanpa nilai tambah.

Bauksit juga begitu. Habis dicangkul, langsung ekspor. Semua negara mau mengambilnya, tapi tak ada nilai tambah.

Baca juga : Berkunjung Ke Jatim, Prabowo Dinobatkan Sebagai Sahabat Santri Indonesia

"Sekali lagi, sumber daya alam (SDA) yang melimpah tidak cukup untuk menjadi negara maju. Paling penting yang utama, kita butuh SDM yang berkualitas. Kedua, kita butuh iptek dan inovasi yang juga berkualitas. Keduanya menjadi tugas penting lembaga pendidikan tinggi kita. Tugas para dosen, rektor, dan tugas kita semua," tegas Jokowi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense