RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR, Rabu (06/11).
Raker perdana ini membahas tentang Rencana Strategis Nasional yang akan dilakukan di Kemendagri dan BNPP pada tahun 2020-2024.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menegaskan, sebagaimana arahan Presiden tidak ada visi-misi Menteri. "Yang ada hanya visi-misi Presiden-Wakil Presiden,"tegas Tito.
Untuk itu, sebagai tindak lanjut, Kemendagri sifatnya menjabarkan visi-misi Presiden dan Wakil Presiden tersebut ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024.
“Dalam rangka mengawali materi mengenai Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2020-2024, dilaporkan perkembangan realisasi anggaran Kementerian Dalam Negeri tahun 2019 per 4 November 2019, bahwa dari total alokasi anggaran sebesar Rp.3.415.080.346.000,- telah terealisasi sebesar Rp.2.465.369.895.511, atau 72,19%.
Baca juga : Menteri Tito Bakal Ambil Tindakan Keras dan Tegas
“Hal itu mengalami peningkatan sebesar 3,90% dibandingkan sebelumnya 68,29%. Oleh karenanya, Kemendagri optimis dapat merealisasikan anggaran sampai dengan akhir tahun 2019 di atas realisasi anggaran tahun 2018 sebesar 94,59%,” kata Tito.
Adapun kebijakan dan strategi Kemendagri dalam lima tahun ke depan diarahkan untuk mendukung perwujudan 5 (lima) Program Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2019- 2024.
Kelima program tersebut. Pertama, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur, baik internal maupun aparatur di lingkup Pemerintahan Daerah dan Pemerintahan Desa.
Kemendagri lanjut Tito juga akan mendorong Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota membangun SDM Unggul dan memanfaatkan bonus Demografi menghasilkan SDM yang terampil dengan menata pendidikan keterampilan dan vokasi.
“Untuk itu, telah disusun rencana aksi yang meliputi berbagai kegiatan,” jelas Tito.
Baca juga : Ketua MPR Dorong Menteri Adaptasi Pola Kerja Presiden
Kedua, pembangunan infrastruktur. Di antaranya penyelesaian pembangunan IPDN Kampus Kalimantan Barat dan Perpustakaan IPDN Jatinangor, serta yang menunjang penerapan informasi dan teknologi dalam mengoptimalkan pelayanan publik.
“Kemendagri juga akan mendorong Provinsi dan Kabupaten/Kota membangun infrastruktur sesuai kewenangannya agar menunjang infrastruktur yang dibangun pemerintah pusat sehingga menjamin konektivitas sentra produksi dan distribusi kepada area pemasaran dan pengembangan kawasan pariwisata yang juga telah disusun rencana aksinya,” kata Tito.
Ketiga, penyederhanaan regulasi yang memberikan hambatan/kendala kemudahan berusaha dan peningkatan investasi di daerah dan membuka lapangan kerja.
Pada periode 2014-2016 Kemendagri telah menghapus regulasi yang tidak mendukung investasi daerah sebanyak 3.032 Perda/Perkada.
“Ke depan pembatalan Perda/Perkada yang memperlambat dan mempersulit proses perizinan akan dilakukan. Memastikan proses bisnis DPMPTSP di daerah dapat mempermudah dan mempercepat perizinan dan menyederhanakan proses rekomendasi teknis yang terintegrasi dengan perizinan sebelum penerbitan omnibus law ,” terangnya.
Baca juga : Jadi Menteri PUPR Lagi, Basuki Ajak Pegawainya Wujudkan Visi-Misi Presiden
Keempat, reformasi birokrasi. Proogram prioritas Reformasi Birokrasi diarahkan untuk mewujudkan birokrasi pemerintahan yang ramping, efektif dan efisien, serta mengoptimalkan pelayanan.
“Penyederhanaan eselonering lebih difokuskan pada unit yang mengelola perizinan investasi untuk memastikan kecepatan pelayanan publik di pusat dan di daerah yang akan didukung rencana aksi yang telah kami susun,” tukasnya.
Kelima, transformasi ekonomi dengan melakukan sinkronisasi dan sinergitas dengan kebijakan pusat.
Mendagri juga berharap kerja sama dengan Komisi II DPR dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan kerja sama yang produktif demi bangsa.
“Kami berharap, kami mewakili eksekutif bersama Komisi II DPR RI bisa menghasilkan sesuatu yang produktif demi bangsa dan negara,” pungkasnya. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.