RM.id Rakyat Merdeka - Berbagai upaya dilakukan Kementerian Pertanian untuk menggencarkan program pompanisasi demi menggenjot swasembada pangan Indonesia dan mengantisipasi El Nino.
Khusus di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, misalnya, Kementerian Pertanian membangun 30 pompa untuk mengairi lahan seluas 435 hektar.
Program pompanisasi itu digencarkan untuk mengantisipasi dampak El Nino sekaligus upaya mendorong perwujudan swasembada pangan.
Baca juga : Komitmen Kurangi Kemiskinan, Dharma Jaya Perkuat Program Sosial Tahun 2024
"Wilayah ini memiliki potensi luas sawah tadah hujan 7.620 hektar, di mana 30 pompa yang tersedia ini mampu mengairi lahan seluas 435 hektar, dan diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 ke IP 300 dengan sumber air berasal dari Sungai Peang," kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program pompanisasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tengah pekan ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pompanisasi telah meningkatkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) secara signifikan yakni sebesar 2.784 ton atau naik sekitar 9,82 persen dari tahun sebelumnya.
"Setiap pompa memiliki target luas pelayanan yang ambisius, dengan masing-masing pompa 3 inch mampu mengairi 10 hektar per musim tanam, sementara pompa 4 inch mampu menggarap 15 hektare, dengan total luas 1.215 hektar untuk tiga musim tanam," ujar Amran.
Baca juga : Kualitas Tenaga Pendamping Koperasi dan UKM Dongkrak Kompetensi KUKM
Jokowi di lokasi megatakan yakin program tersebut dapat terus meningkatkan produksi, di tengah ancaman kekeringan. Ia mengungkapkan, pemerintah telah mendistribusikan 20 ribu pompa ke seluruh Indonesia dan jumlahnya akan ditambah menjadi 70 unit.
"Di seluruh tanah air akan disiapkan kurang lebih 20.000 hinga 70.000. Pertama 20.000 dulu, kemudian berikutnya akan menuju ke angka 70.000 dengan pompa air yang di bawah dan tidak bisa naik ke atas bisa kita salurkan," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi program pompanisasi itu sudah terbukti mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), dari hanya satu kali tanam menjadi 3 kali dalam setahun.
Baca juga : Antisipasi Kekeringan Panjang, Jokowi Tinjau Pompanisasi di Kotawaringin Timur
"Dengan pompa pertanaman yang sebelumnya satu kali bisa jadi dua atau tiga. Ini kan menaikkan produktivitas para petani dan sangat bagus sekali, selain masalah-masalah yang lain yang berkaitan dengan pupuk juga terus kita pantau agar tepat waktu," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.