BREAKING NEWS
 

Bayar Kuliah Pakai Pinjol

Mahasiswa Bakal Stres Mikirin Utang

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 5 Juli 2024 07:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Skema pembayaran biaya kuliah dengan menggunakan pinjaman online (pinjol), masih ramai dibicarakan. Meski mendapat dukungan Pemerintah, pinjol dikhawatirkan menambah stres para mahasiswa. Sebab, banyak warga yang kesulitan membayar utang setelah terjerat pinjol.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya mendukung usulan biaya kuliah menggunakan pin­jol. Namun, dia meminta peng­gunaan pinjol dibarengi dengan tanggung jawab.

“Ini sudah jalan. Kalau tidak salah, ada 83 perguruan tinggi yang menggunakan pinjol untuk membantu pembiayaan maha­siswa. Kan bagus kalau perguruan tingginya itu bertanggung jawab. Syukur-syukur, mereka memberi subsidi bunga,” ujar Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Menurut dia, pinjol meru­pakan cara yang bagus untuk mendidik mahasiswa agar me­miliki fighting spirit dan ber­tanggung jawab.

Baca juga : Duh, 3.351 Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

“Ketika kekurangan dana, dia harus berusaha, tidak hanya minta tolong termasuk ke orang tuanya. Pembayarannya bisa ditunda, setelah dia berpeng­hasilan. Jadi, kita harus lakukan kerja-kerja kreatif,” paparnya.

Muhadjir menambahkan, saat ini sudah bukan zamannya ma­hasiswa menadahkan tangan, minta diberi, baik uluran tangan dari orang tua atau pihak lain,

“Harus berani ambil risiko, termasuk yang tadi. Dengan catatan, lembaga pinjolnya resmi, transparan, dan dengan pengawasan instansi yang resmi, untuk memastikan tidak ter­jadi fraud,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muhadjir me­minta pihak kampus ikut ber­tanggung jawab atas pinjaman yang dilakukan para mahasiswa. Dia menegaskan, pihak kampus tak boleh sekadar memberi peluang, kemudian cuci tangan.

Baca juga : Jerman Vs Spanyol, Adu Gengsi Demi Posisi

Muhadjir juga meminta ma­syarakat tidak memandang negatif tentang pinjol, dan menggunakam peluang yang ada secara baik.

“Hilangkan pandangan prio­ratif tentang pinjol. Bahwa telah terjadi fraud, telah terjadi penyalahgunaan, dan terjadi pemerasan melalui pinjol, itu tanggung jawab dan tugasnya Pemerintah,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno tidak setuju pembayaran uang kuliah mahasiswa menggunakan pinjol. Menurut dia, pinjol justru memberatkan dan menambah beban para mahasiswa, yang sedang menempuh pendidikan.

“Dari berbagai jenis pembi­ayaan, pinjol masuk kategori pinjaman yang paling mahal. Selain persyaratannya ringan, jaminannya nihil, dan pemberi pinjaman nyaris tidak menge­nal debiturnya. Pinjol untuk membayar kuliah, berpotensi menciptakan masalah daripada menjadi solusi,” jelas Eddy.

Baca juga : Error, Osaka Angkat Koper

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, pinjol sangat berisiko karena bunga yang didapat sangat tinggi. Selain itu, tidak semua maha­siswa setelah lulus langsung mendapatkan pekerjaan.

Adsense

“Harus diingat, ketika lulus, mahasiswa masih harus men­cari kerja. Masa tunggu sampai mendapat pekerjaan, mahasiswa satu dan yang lain berbeda. Sementara, beban bunga dan tagihan pinjol terus berjalan, bahkan bertambah karena ter­lambat bayar,” jelas dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense