RM.id Rakyat Merdeka - Dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah daerah disinyalir terus berulang. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendukung rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PPDB yang melibatkan unsur kejaksaan hingga kepolisian untuk menanggulangi hal ini.
“Supaya pengawasannya lebih ketat. Jadi lebih fokus untuk mengamati proses PPDB dan membuat pihak yang akan melakukan (kecurangan tidak berani) karena sudah ada satgasnya,” kata Ma’ruf di sela pembukaan Asian Pacific Aquaculture (APA) 2024 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/7/2024).
Ma’ruf menilai, dengan dibentuknya Satgas ini, diharapkan proses PPDB dapat lebih tertib dilaksanakan dan kecurangan dapat ditiadakan.
Baca juga : Mahasiswa Bakal Stres Mikirin Utang
“Berpikir berpuluh kali lah untuk melakukan itu karena sudah ada lembaga yang mengawasi dan memata-matai langsung, sehingga nanti bisa berjalan baik,” tegasnya.
Eks Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini memastikan, jika masih ditemui kecurangan, pembentukan Satgas merupakan hal yang tepat.
Tujuannya, agar pengawasan terhadap proses yang berlangsung setiap tahun ini dapat berkelanjutan dan memberikan efek jera kepada pihak yang terlibat.
Baca juga : Duh, 3.351 Mahasiswa Terancam Putus Kuliah
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku sudah mengusulkan pembentukan Satgas tersebut kepada Presiden Jokowi.
Saat ini, pihaknya menunggu keputusan presiden untuk mengatasi permasalahan yang muncul di berbagai daerah.
Muhadjir menjelaskan, di tingkat pusat, kementeriannya mengajak Kejaksaan Agung, Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama membentuk Satgas PPDB.
Baca juga : Jerman Vs Spanyol, Adu Gengsi Demi Posisi
Menurutnya, Pemerintah Pusat bertugas untuk pengendalian dan pengarahan, sementara tanggung jawab ada di Pemda.
“Masalahnya pendidikan itu adalah urusan konkuren, yakni kewenangannya dibagi antara pusat dan daerah,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.