BREAKING NEWS
 

Keren! Mentan Amran Sukses Genjot Produktivtas Padi Lewat Varietas Unggul

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 25 Juli 2024 05:33 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggencarkan pengembangan varietas unggul padi Cakrabuana Agritan.

Ini merupakan salah satu varietas padi yang memiliki produktivitas tinggi dan adaptif di lahan rawa dan di tengah perubahan iklim.

Hal itu ia ungkapkan saat meninjau langsung lahan pertanian modern bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke pada Selasa (23/7).

Baca juga : Kementan Sukses kembangkan Varietas Padi Unggul Di Merauke

“Ini bagus sekali, subur sekali, ini luar biasa, potensinya. Kita uji coba varietas Cakrabuana, potensi produksinya hingga 9-10 ton per hektar. Ini kita kembangkan di Merauke, nantinya untuk 1 juta hektar,” ungkap Amran dalam keterangannya, Rabu (24/7).

Ia menjelaskan, penanaman varietas Cakrabuana Agritan di Merauke tersebut telah melalui uji coba dan menunjukkan hasil yang maksimal walau diimplementasikan di lahan rawa. Varietas itu tahan terhadap hama dan penyakit, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Adsense

Oleh sebab itu, varietas Cakrabuana Agritan merupakan jawaban bagi ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim. Selain sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong ketahanan pangan, pengembangan varietas ini juga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani.

Baca juga : Permintaan Ekspor Naik, Jokowi Minta Mentan Serius Genjot Produktivitas Kopi

“Bapak Presiden mendukung penuh pengembangan padi di Merauke dengan teknologi, full mekanisasi, dan benih unggul. Varietas ini bisa menghasilkan hingga 10 ton per hektar,” imbuh Amran.

Tenang Wibowo, salah satu petani di Merauke mengatakan dirinya merupakan salah satu yang menerapkan teknologi pertanian seperti yang dianjurkan Amran dan upaya itu telah membuahkan hasil.

“Kami dari tahun pertama kami trans sampai sekarang yang kita tanam itu seringnya tabela, tanam benih langsung. Memang tidak sesuai dengan hasil yang ada di pertanian gitu loh. Memang jauh sekali untuk potensi hasil. Alhamdulillah setelah ada kegiatan ini ya kami belajar sehingga ini untuk produksi kelihatannya lebih bagus,” ujarnya.

Baca juga : Presiden Didampingi Mentan Akselerasi Pompanisasi Di Lampung

Ia pun menjabarkan perbedaan hasil produksi sebelum dan saat ini yang naik signifikan.

“Kalau kami dulu satu hektar mentok itu biasa cuma dapat 80-90 ikat. Karung begitu. Kalau dengan begini alhamdulillah bisa naik sampai 120-130 sak gitu,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense