BREAKING NEWS
 

Kemenkop UKM Waspadai Berbagai Modus Masuknya Produk Impor Ilegal

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 7 Agustus 2024 17:15 WIB
Diskusi Kemenkop UKM tentang impor produk ilegal. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada menyoroti kehadiran aplikasi Temu yang mulai masuk di kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.

Menurut Wientor, dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, pihaknya menemukan beredarnya tutorial aplikasi Temu. Bagaimana pedagang di China yang sudah punya gudang di Indonesia, secara detail memberikan tutorial kepada koleganya di China untuk masuk ke Indonesia melalui berbagai platform di Indonesia.

“Mereka juga menunjukkan satu per satu pergudangan letaknya di mana, seperti apa. Kami menemukan adanya upaya masif perdagangan ilegal China untuk masuk ke Indonesia dari pedagang di aplikasi Temu ini,” ungkapnya dalam acara Sharing Session terkait Serbuan Produk Impor di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (6/8/2024) sore.

Baca juga : Bey Machmudin Ajak GP Ansor Jabar Berantas Judol dan Pinjol Ilegal

Tak hanya itu, perdagangan ilegal China ini juga ditengarai masuk melalui plaftorm TikTok. Atas hal tersebut, Wientor mengaku pihaknya sudah meminta TikTok Indonesia untuk melakukan take down terkait konten bebasnya masuknya produk impor ilegal China ke Indonesia.

“Karena jumlahnya cukup banyak, maka harus ada upaya bersama untuk mencegah masuknya barang murah dan ilegal dari China ke Indonesia. Jika ini (barang impor ilegal) masuk secara masif akan sangat membahayakan UMKM di Indonesia, terutama di kategori produk-produk tertentu,” ucapnya.

Adsense

Ia juga menekankan, aplikasi Temu dari China menjual barang langsung dari pabrik ke konsumen tanpa adanya seller, reseller, dropshiper maupun afiliator, sehingga tak ada komisi berjenjang, ditambah adanya subsidi yang diberikan platform yang membuat barang di aplikasi temu ini sangat murah.

Baca juga : Zulhas Rajin Bongkar Barang Impor Ilegal

Dikatakan Wientor, hal itu dilakukan Temu hampir di setiap negara. Di beberapa kondisi bahkan mereka memberikan harga hingga nol persen. Buyer hanya membayar ongkos kirim. Ia mengasumsikan, produk yang dijual merupakan barang stok yang tidak laku di China, mengingat China kondisi ekonominya dalam keadaan surplus sehingga sisa barang dilempar ke negara lain. 

“Mereka sudah masuk ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa, bukan tidak mungkin juga masuk ke Indonesia,” katanya.

Senada dengan hal itu, Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Fiki Satari menambahkan, sejak September 2022, diketahui aplikasi Temu telah sebanyak tiga kali berupaya mendaftar merek di Indonesia. 

Baca juga : Menkop Teten Yakin Kekuatan Brand Lokal Mampu Hadapi Ancaman Produk Impor

Pada 22 Juli 2024, aplikasi Temu sedang dalam tahap pengajuan ulang di Direktorat Jenderal (Dirjen) Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Didaftarkan langsung oleh dua pihak berbeda. Ada satu oleh pihak asing berdasarkan merek dilakukan pemilik langsung dari China, dan pihak ke dua adalah WNI domisili Jakarta.

“Ke depan kami harapkan ada komite khusus bagi public untuk bisa melaporkan, ketika ada plaftom yang tidak sesuai dan melakukan pelanggaran bisa langsung diberikan sanksi,” ucapnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense