Dark/Light Mode

Menkop Teten Yakin Kekuatan Brand Lokal Mampu Hadapi Ancaman Produk Impor

Kamis, 1 Agustus 2024 21:19 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (kanan) dalam pembukaan acara Indonesia Clothing Summit 2024 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (1/8/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (kanan) dalam pembukaan acara Indonesia Clothing Summit 2024 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (1/8/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah gempuran produk impor dari luar negeri baik melalui online maupun offline, hingga hari ini UMKM masih terus kuat dan bertahan.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki memberikan semangat kepada UMKM untuk terus tumbuh, mengingat UMKM memiliki daya tahan (resilient) yang kuat.

Seperti salah satu upaya yang dilakukan hari ini, diinisiasi oleh Clome (agregator brand pakaian lokal, yang terdiri dari beberapa platform, seperti Jakcloth, Outfest, dan Muslim Market Indonesia) dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) serta Smesco, menggelar Indonesia Clothing Summit 2024 di Smesco dengan menggandeng 400 brand lokal.

“UMKM ini semangatnya luar biasa. UMKM Indonesia punya daya tahan kuat menghadapi berbagai krisis, terbukti bisa jadi pemenang. Kita sudah buktikan saat Covid-19, kerja sama dengan berbagai asosiasi bersama mendorong ekonomi UMKM tetap tumbuh,” ujar Teten dalam pembukaan acara Indonesia Clothing Summit 2024 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Potensi ekonomi yang luar biasa dari UMKM, punya kemampuan untuk beradaptasi, mengakselerasi perubahan ekonomi. Termasuk hari ini berhasil mendorong Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dalam memperketat arus masuk barang ke dalam negeri.

“Pemerintah berusaha memproteksi produk lokal, di tengah persaingan produk luar negeri yang diproduksi dengan harga murah.

Baca juga : Kompetisi Internasional JISC 2024 Segera Hadir di Ancol Taman Impian

Di sisi lain, kita menghadapi free teade, itu artinya secara model bisnis harus lebih efisien,” ucapnya.

Lebih lanjut Teten menjelaskan, kehadiran Indonesia Clothing Summit 2024 di Smesco, menjadi contoh bagi UMKM untuk berkonsolidasi tidak lagi memproduksi sendiri-sendiri.

“Dengan bergabung, supply chain serta akses pembiayaan juga dipermudah. Karena kalau dibandingkan produk dari luar (negeri), mereka itu sistematis, terintegrasi mulai dari logistiknya, supply chain hingga marketingnya. UMKM dalam negeri jangan sampai kalah,” ujarnya.

Terkait akses pembiayaan, diharapkan terus lebih baik ke depannya. Meski saat ini pembiayaan perbankan terhadap UMKM baru mencapai 19 persen, masih jauh dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) pembiayaan ke sektor UMKM sebesar 30 persen di tahun 2024.

“Kami sudah usulkan untuk menggunakan credit scoring.Alhamdulillah perkembangannya bagus, karena kami sudah bicara dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK juga sedang mempersiapkan infrastrukturnya melalui kebijakan berupa aturan lengkap,” ungkap Teten.

Karena pada dasarnya, sambung Teten, jika UMKM dibebankan dengan syarat agunan pasti sangat sulit dipenuhi.

Baca juga : Pakar Minta Pemerintah Waspadai Banjir Produk Keramik Impor China

Sementara ada alternatif data yang bisa digunakan untuk memudahkan UMKM meraih pembiayaan. Jika pembiayaan hanya diberikan kepada usaha besar, hal tersebut menjadi tidak fair (adil) bagi pertumbuhan UMKM.

"Credit scoring ini sudah dilakukan di 145 negara. Track record UMKM bisa diakses dengan mudah karena adanya pencatatan secara digital,” ucapnya.

Selain itu, dipikirkan juga bagi UMKM untuk mencari pembiayaan di pasar modal. Dalam hal ini, Kemenkop UKM telah bekerja sama dengan BEI melalui IPO (Initial Public Offering).

“Adanya papan akselerasi itu minimal modal Rp 50 miliar. Sekarang sudah ada 44 UMKM yang berada di papan akselerasi yang melakukan IPO secara mandiri. Untuk memenuhi aset tersebut, maka UMKM harus bergabung,” kata Teten.

Ia mengajak seluruh UMKM untuk terintegrasi dan berkonsolidasi, menggunakan Smesco sebagai markas besar bagi brand lokal.

“Di sini (Smesco) menjadi simbolnya rumah bagi UMKM. Kalau tidak berkonsolidasi kita akan terus kalah dengan serangan impor. Smesco memberikan kemudahan bagi UMKM, tak hanya brand-nya yang oke, harganya pun oke. Apalagi ada akses transportasi LRT yang mudah datang ke Smesco,” ucapnya.

Baca juga : Ketua Banggar Optimis RAPBN 2025 Mampu Hadapi Tantangan Ekonomi

Di kesempatan yang sama, CEO JakCloth sekaligus salah satu inisiator Indonesia Clothing Summit 2024 Ruddy Lasut menuturkan, event Indonesia Clothing Summit 2024 menunjukkan bahwa keberadaan UMKM dan brand lokal untuk berjaya.

“Kami optimis, dalam penyelenggaraan Indonesia Clothing Summit 2024 di Smesco dua hari dari 1-2 Agustus 2024, akan mendatangkan sekitar 50 ribu pengunjung. Kalau satu orang saja bisa belanja minimal Rp 500 ribu saja, diharapkan juga transaksi bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah,” kata Ruddy.

Ia menekankan, Indonesia Clothing Summit 2024 bukan hanya sekadar acara, tetapi sebuah gerakan untuk mendorong inovasi, membangun koneksi, dan mempersiapkan industri fashion Indonesia untuk masa depan.

“Dengan dukungan penuh dari Kemenkop UKM serta Smesco, acara ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan fashion Indonesia,” pungkas Rudy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.