RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat setiap tahun terdapat 150 PMI non-prosedural yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan meninggal. Hal itu disebabkan karena aktivitas pencaloan yang dilakukan oleh mafia penempatan PMI non-prosedural.
Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) BP2MI, Lasro Simbolon mengungkapkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daerah penyumbang PMI non-prosedural yang dipulangkan ke Indonesia dalam peti mati.
"Bukan memonopoli NTT, tapi saya tidak lupa dari sejumlah jenazah yang harus kita layani setiap tahun, NTT terbanyak," kata Lasro dalam sambutannya di acara seremonial pelepasan 395 PMI Program Government to Government Korea Selatan dan Jerman di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Baca juga : Informasi Digital Meningkat, Ini 6 Perusahaan Software Terbaik di Indonesia 2024
Menurut Lasro, Malaysia menjadi negara tujuan pemberangkatan PMI non-prosedural asal NTT. "Penempatan pekerja formal tidak banyak, tapi informalnya banyak sehingga non-proseduralnya juga banyak. Itu sudah terjadi lama," ujar Lasro.
Diakui Lasro, kejadian tersebut imbas buruk dari pemberangkatan PMI secara non-prosedural. Sebab, mereka tidak mendapatkan perlindungan secara maksimal. Bahkan sebaliknya, tenaga mereka terus dieksploitasi oleh mafia penempatan PMI non-prosedural.
"Mereka tidak ada kontrak kerja, tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, tidak ada perlindungan asuransi," ujarnya.
Baca juga : Jumlah Anak Terpapar Judi Online Meningkat Hingga 300 Persen
"Hampir 100 persen itu buah-buah penempatan non-prosedural. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan NTT selalu ada kita terima, kita layani dalam bentuk jenazah, dan itu hasil penempatan sudah bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun," tambah Lasro, menyesalkan.
Hal itu berbanding terbalik dengan pelayanan BP2MI terhadap pahlawan devisa yang berangkat secara prosedural.
"Kita lihat begitu terhormat, menggelora, persiapan dan pemberangkatan kita cek kesehatannya, pelepasan di hotel berbintang, mendapat credential letter sebagai duta bangsa," papar dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.