Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pemimpin China Deng Xiao Ping mengatakan, “tidak peduli kucing hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus”.
Karena itu, apa pun prioritas serta paradigma pembangunan seorang pemimpin, yang penting target tercapai, membawa kesejahteraan serta tidak merugikan rakyat.
Jangan mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok. Harus melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Rakyat, bangsa dan negara di atas segalanya.
Jumat (12/7/24) lalu, Menteri Pertahanan yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan menarik.
Baca juga : Bukan Tiga Matahari
Berbicara di depan 906 calon perwira remaja TNI-Polri 2024, Prabowo mengatakan, “untuk apa kita bangun gedung-gedung, pelabuhan, bandara. Untuk apa kita bangun kereta api cepat, untuk apa kita bangun jalan raya, untuk apa kita bangun waduk, kalau negara ini tidak utuh, tidak aman, tidak terlindungi.”
Pernyataan ini menjadi menarik dan mengundang beragam reaksi. Timbul pro-kontra secara politis.
Ini bukan soal benar-salah. Pembangunan dan keamanan, sama pentingnya. Keduanya saling mendukung dan melengkapi. Pembangunan ekonomi yang baik dan berkeadilan misalnya, bisa menjamin keamanan sosial dan politik. Sebaliknya, problem ekonomi bisa meningkat menjadi konflik sosial lalu berubah menjadi konflik politik.
Tentu saja, masing-masing pemimpin memiliki prioritas dan paradigmanya sendiri. Di era Soekarno, politik sangat hingar-bingar. Partai politik menjamur. Sistem pemerintahan berganti-ganti. Ekonomi agak terabaikan.
Baca juga : Urgennya Keteladanan
Soeharto kemudian menyederhanakannya. Masyarakat di pedesaan dijauhkan dari politik. Jumlah parpol dikurangi. Prinsipnya, “politik no, ekonomi yes!”.
Di era Reformasi, semua ditata ulang. Masing-masing Presiden membawa prioritas, karakteristik dan paradigmanya masing-masing. Itu alamiah. Naluriah. Tak bisa didikte.
Paradigma serta prioritas ini bisa dipengaruhi oleh latar belakang seorang pemimpin. Juga oleh orang-orang di sekelilingnya. Ketersediaan anggaran dan geopolitik, juga sangat menentukan. Bahkan, bisa juga dipengaruhi oleh sisi-sisi manusiawi, misalnya, “bagaimana seorang pemimpin ingin dikenang”.
Pembentukan serta karakter kabinet bisa menjadi gambaran awal bagaimana paradigma itu akan berjalan. Apakah kabinet tersebut bernuansa zaken kabinet, didominasi teknokrat dan profesional atau lebih diwarnai orang-orang politik.
Baca juga : Kewajiban, Prestasi Dan Balotelli
Selanjutnya, bagaimana kabinet itu bekerja, juga sangat penting. Bagaimana lembaga-lembaga negara, termasuk di bidang hukum, bisa berjalan dengan baik. Termasuk pentingnya komitmen yang kuat untuk memberantas korupsi demi menjamin keamanan anggaran.
Kita sangat yakin, semua pemimpin ingin membawa bangsa dan rakyatnya ke level yang lebih baik. Di segala sektor. Itu pasti. Walau, tak bisa dimungkiri, kucingnya bisa hitam, putih, coklat, atau belang-belang. Itu pilihan. Yang penting bisa menangkap tikus. Target dan janji bisa tercapai. Sehingga rakyat terlindungi, tidak digigit dan digerogoti. Terjamin hak-haknya. Aman dan nyaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.