RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan kualitas hidup warga Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota cerdas berbasis teknologi digital bakal meningkat.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan, IKN tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pionir kota cerdas (smart city) berkelanjutan.
“Transformasi digital itu memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat IKN,” ujar Budi Arie dikutip dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (26/8/2024).
Implementasi konsep smart city di IKN mencakup adaptasi teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama, dalam hal layanan publik hingga pengelolaan lingkungan.
Baca juga : Rekomendasi Muktamar VI PKB, Preshold Cukup 10 Persen
Infrastruktur telekomunikasi yang kuat, termasuk jaringan internet berkecepatan tinggi dan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), akan menjadi fondasi bagi IKN sebagai kota cerdas.
“Kami akan memberikan pelayanan publik yang lebih efisien serta berkelanjutan. Terpenting, teknologi 5G, karena akan menjadi tulang punggung sistem smart city di IKN,” jelasnya.
Karena itu, Budi Arie mengajak semua pihak mendukung pembangunan infrastruktur digital di IKN.
Dia memastikan Kominfo akan bekerja keras dalam mewujudkan hal tersebut.
Baca juga : Pangan Lokal Perkuat Makan Bergizi Gratis
“Kami akan berupaya terus agar pembangunan IKN tidak hanya menciptakan pusat pemerintahan baru yang efisien, tetapi juga menjadi model kota masa depan yang cerdas, terhubung dan berkelanjutan,” tuturnya.
Namun, dia mengingatkan, pembangunan itu memerlukan waktu yang panjang. Maka keberlanjutan menjadi hal yang penting.
“Karena itu sangat penting, bagian concern kita sebagai bangsa untuk terus melanjutkan apa yang sudah dicanangkan pemerintahan sebelumnya,” ungkap pendiri Relawan Projo ini.
Pembangunan IKN, kata Budi Arie, tidak serta merta terwujud dalam waktu sekejap. Tidak cukup 10 tahun. Mungkin, bisa memakan waktu 20-30 tahun untuk pembangunannya.
Baca juga : Pilwalkot Tangsel, PKS Tinggalkan Partai Gerindra
“Memindahkan ibu kota itu butuh proses. Perlu program jangka panjang, tidak cukup 10 tahun. Mungkin 20 tahun 30 tahun baru selesai,” ungkapnya.
Saat ini, pembangunan infrastruktur komunikasi di IKN sudah meliputi infrastruktur permanen, seperti tower dan tiang, serta infrastruktur sementara melalui mobile Base Transceiver Station (BTS).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.