RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan memastikan upaya mitigasi risiko untuk mencegah penularan Mpox, jelang pertemuan internasional Indonesia Africa Forum pada 1-3 September 2024. Antara lain dengan menyediakan vaksin golongan Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN).
MVA-BN merupakan vaksin turunan smallpox generasi ke-3 yang bersifat non-replicating. Vaksin ini sudah mendapat rekomendasi WHO untuk digunakan saat wabah Mpox.
Namun, ketersediaan vaksin saat ini masih terbatas. Karena itu, prioritas pemberian vaksin diberikan kepada daerah-daerah yang telah melaporkan adanya kasus Mpox.
Baca juga : Kemenkes Segera Umumkan Hasil Investigasi Perundungan PPDS
“Vaksin Mpox saat ini terbatas, dan digunakan pada sasaran prioritas di daerah yang melaporkan adanya kasus. Khusus di Bali, karena akan dilaksanakan pertemuan internasional (Indonesia Africa Forum pada 1-3 September 2024) dan ada beberapa peserta dari daerah terjangkit, kami melakukan upaya mitigasi risiko untuk mencegah penularan Mpox,” jelas Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Prima Yosephine MKM, dalam keterangan resminya, Kamis (28/8/2024).
Prima menambahkan, penyakit Mpox dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan penderita Mpox.
Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi, dan diprioritaskan bagi orang yang berisiko. Vaksin Mpox yang tersedia saat ini merupakan generasi ke-2 dan ke-3 vaksin smallpox.
Perlindungan Vaksin
Baca juga : Gelar Aksi Kemanusiaan, NasDem Kumpulkan Donasi Untuk Palestina
Vaksin Mpox memberikan perlindungan pada tingkat tertentu terhadap infeksi dan penyakit berat.
Setelah divaksinasi, kewaspadaan tetap diperlukan, karena kekebalan terbentuk dalam beberapa minggu setelah vaksinasi.
Bagi seseorang yang tertular Mpox setelah vaksinasi, vaksin tetap melindungi terhadap penyakit berat dan kemungkinan rawat inap.
Baca juga : Gelar Kopi Darat Di 3 Kota, Pertamina Ungkap Rahasia Pengusaha Sukses
Hasil penelitian efektivitas vaksin mengindikasikan, vaksinasi memberikan tingkat perlindungan yang baik terhadap Mpox.
Berdasarkan laporan Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-33 Tahun 2024 periode 11-17 Agustus 2024, jumlah kasus konfirmasi Mpox di Indonesia dalam periode 2022-2024 mencapai angka 88. Tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.