RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat meskipun kinerja industri tekstil masih terkontraksi pada Agustus ini, tapi industri tersebut perlahan mulai membaik.
Hal tersebut dikatakan oleh Sesditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo saat rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2024 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024).
“IKI tekstil perlahan naik dari 47 pada Juli menjadi 49 pada Agustus ini. Sudah mendekati ambang batas IKI,” ujarnya.
Baca juga : Menlu Tegaskan 3 Prioritas Dalam Kemitraan Strategis Dengan AS, Ini Rinciannya
Kris mengatakan, mulai membaiknya industri tekstil karena dikeluarkannya dua aturan baru. Pertama, Bea Masuk Tindakan Pengaman (BMTP) kain pada 9 Agustus 2024. Kedua saveguard karpet yang mulai berlakikan pada 16 Agustus 2024.
“Inilah yang membuat daya saing industri tekstil naik lagi,” ujarnya.
Melihat hal tersebut, Kris optimis, ke depan industri tekstil akan lebih baik lagi. Apalagi pada November tahun ini digelar Pilkada serentak.
Baca juga : Industri Hulu Migas Laksana Bensin dalam Pembangunan
Dia berharap, gelaran Pilkada serentak bisa menungkatkan permintaan produk tektil dan pakaian jadi untuk kaos paslon maupun alat peraga.
Saat ditanya berapa persen dampak kenaikannya? Kris mengatakan, pihaknya belum menghitung besaran serapannya di Pilkada.
Sebelumnya, Kemenperin mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Agustus 2024 mencapai 52,40. Angka ini stagnan dibanding IKI bulan sebelumnya.
Baca juga : Industri Waralaba Terus Tumbuh, Brand Semakin Kuat dan Tangguh
“IKI pada Agustus 2024 mencapai 52,40, tidak ada perbedaan dengan nilai IKI Juli 2024. Namun melambat 0,82 poin dibandingkan dengan nilai IKI Agustus tahun lalu yang sebesar 53,22,” ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif saat merilis hasil IKI Agustus 2024 di Sentul, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024).
Menurut Febri, dari 23 subsektor industri pengolahan, terdapat 20 subsektor mengalami ekspansi dan 3 subsektor kontraksi. 20 subsektor ekspansi memiliki kontribusi sebesar 94,6 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Triwulan II-2024.
Sementara, 3 subsektor yang kontraksi adalah industri tektil, industri kertas dan industri pengolahan lainnya. “Industri tekstil dan kertas kontraksi karena digempur produk impor,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.