RM.id Rakyat Merdeka - Daya saing Indonesia dalam 10 tahun terakhir terus naik. Pada tahun ini, peringkat daya saing Indonesia naik ke posisi 27 dari 67 negara. Indonesia naik 7 peringkat dari posisi 34 pada tahun sebelumnya. Peringkat Indonesia ini ungguli Jepang dan Inggris.
Berdasarkan Riset Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking (WCR) 2024 daya saing Indonesia di Asia Tenggara berhasil menjadi tiga besar setelah Singapura dan Thailand.
Kenaikan peringkat daya saing tersebut didukung oleh peningkatan pada faktor efisiensi bisnis (dari peringkat ke-20 menjadi ke-14), efisiensi pemerintah (dari peringkat ke-31 menjadi ke-23), dan performa ekonomi (dari peringkat ke-29 menjadi ke-24).
Tidak hanya daya saing In donesia yang naik, kemudahan berbisnis di Indonesia juga mengalami peningkatan. Berdasarkan ranking Ease of Doing Business (EODB) atau Kemudahan Berusaha yang dirilis Bank Dunia tahun 2023, peringkat EODB Indonesia berada di urutan 73 dari 190 negara.
Baca juga : Alhamdulillah, Ekonomi Tetap Tumbuh & Stabil
Membaiknya kemudahan berbisnis di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai reformasi kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah. Mulai dari penyederhaan izin dengan penerapan Online Single Submission (OSS). Sistem ini memungkinkan pelaku usaha mendaftar dan mengurus izin secara daring, yang mempercepat dan mempermudah proses mendapatkan izin usaha.
Pemerintah juga menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja pada 2020, yang bertujuan untuk menyederhanakan berbagai regulasi yang sebelumnya dianggap menghambat investasi.Regulasi ini mencakup banyak aspek, seperti perizinan, ketenegakerjaan, dan persyaratan lingkungan, dengan tujuan mengurangi hambatan birokrasi bagi pengusaha.
Berbagai insentif pajak juga diberikan oleh pemerintah untuk menarik investasi. Mulai dari Tax Holiday dan Tax Allowance untuk investor asing dan pelaku industri yang berfokus pada inovasi teknologi serta energi terbarukan. Getolnya pemba ngunan infrastruktur juga ikut mempengaruhi investor masuk.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dari jumlah investasi yang masuk pada triwulan II-2024 Rp 428,4 triliun, sebesar Rp 217,3 triliunnya merupakan Penanaman Modal Asing (PMA). Jumlah tersebut meningkat 6,3 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga : Prabowo Diberi Kebebasan Menentukan Jumlah Menteri
Sementara, jumlah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 211,1 triliun, meningkat 7,1 persen dari tahun sebelumnya. Sektor investasi yang paling banyak adalah sektor pertambangan dan industri logam dasar, dengan angka investasi sebesar Rp 74,0 triliun. Hal ini seiring dengan program hilirisasi Pemerintah.
Salah satu investor yang masuk ke Indonesia adalah Hyundai dari Korea Selatan. Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, alasan Hyundai mau investasi di Indonesia karena banyaknya insentif dan kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah kepada investor.
Selain itu, kata dia, Pemerintah juga konsisten dalam mengembangan kendaraan ramah lingkungan dengan mengeluarkan Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
“Apalagi pemerintah mencanangkan pemberian insentif tambahan untuk mobil listrik dengan TKDN minimal 40 persen, Hyundai semakin tertarik untuk melakukan investasi,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/9/2024).
Baca juga : 6 Juta Data NPWP Diretas Bjorka, Presiden Langsung Bereaksi Cepat
Karena itu, kata dia, Hyundai tak ragu untuk menanamkan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik mobil listrik dan baterai di Indonesia dengan nilai mencapai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 46 triliun. “Indonesia pun sekarang bisa memiliki pabrik baterai mobil listrik pertama di Asia Tenggara,” ujarnya. [DWI/DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.