BREAKING NEWS
 

Sayang Kelas Menengah-Bawah, Pemerintah Lanjutkan Subsidi Dan Insentif

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 4 Oktober 2024 15:41 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RM.ID/Khairizal Anwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi di tingkat bawah agar terus meningkat, terutama bagi kelas menengah dan masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka di kantornya, Jakarta, Rabu (3/10/2024). 

Dalam pemaparannya, Airlangga menjelaskan sejumlah program insentif yang akan terus dilanjutkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Salah satu program utama yang menjadi fokus pemerintah adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut Airlangga, KUR telah terbukti sangat efektif, terutama saat pandemi, dengan penyaluran mencapai Rp 320 triliun. Kini, meski kondisi kembali normal, pemerintah tetap melanjutkan KUR dengan alokasi sekitar Rp 270 triliun dan bunga rendah 6 persen. "KUR ini sangat tepat sasaran, terutama untuk kelas menengah ke bawah. Setiap tahun, kita bisa menambah 1 hingga 1,5 juta penerima baru," ujar Airlangga.

Baca juga : Permudah Koordinasi Dengan K/L Lain, Kemenag Luncurkan Sekber Moderasi

Selain itu, Airlangga juga menyoroti pentingnya meningkatkan daya beli kelas menengah, terutama yang berpenghasilan antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Untuk mendukung mereka, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah bagi pembelian rumah pertama di bawah Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Selain itu program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan terus dilanjutkan. 

Adsense

"Ini akan kita lanjutkan hingga akhir tahun, dan didukung oleh program FLPP untuk mendukung pembangunan hingga 200 ribu rumah tahun ini," tambahnya.

Tak hanya itu, sektor mobilitas juga menjadi perhatian pemerintah, khususnya melalui insentif untuk kendaraan listrik. Pemerintah memberikan subsidi dan insentif PPN untuk pembelian motor listrik dan mobil ramah lingkungan (LCGC), serta bea masuk yang ditanggung pemerintah untuk mobil listrik.

Baca juga : Membangun Kepemimpinan Pemerintahan Dari Desa

"Dengan insentif ini, kami berharap kelas menengah dapat memenuhi kebutuhan mobilitasnya, sehingga konsumsi mereka dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya," jelas Airlangga.

Airlangga menegaskan, pemerintah juga berfokus menjaga stabilitas harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan daging, guna melindungi daya beli masyarakat. Subsidi energi yang mencapai Rp 300 triliun juga dipertahankan sebagai penopang keseimbangan ekonomi di semua lapisan masyarakat.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat bawah dapat terus meningkat dan berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense