BREAKING NEWS
 

Stabilitas Politik Dan Ekonomi Terjaga

Gaya Kepemimpinan Jokowi Sangat Dekat Dengan Rakyat

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Sabtu, 5 Oktober 2024 07:30 WIB
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Prabu Revolusi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Jokowi masih tinggi. Hal tersebut berdasarkan hasil survei terbaru dari beberapa lembaga survei ternama

Salah satunya survei Litbang Kompas, yang mengungkapkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi menunjukkan tren yang positif.

Dirjen Informasi dan Komu­nikasi Publik Kementerian Ko­munikasi dan Informatika (Ke­menkominfo) Prabu Revolusi mengungkapkan, ada dua sektor yang membuat masyarakat puas.

“Kestabilan politik dan eko­nomi di tiga bulan terakhir menjadi faktor utama mengapa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi masih tinggi,” ujarnya dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) ber­tema Satu Dekade Memimpin Indonesia, Lebih Dari 70% Publik Puas di Jakarta, Jumat (4/10/2024).

Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga stabilitas ini ter­cermin dalam pertumbuhan eko­nomi yang rata-rata mencapai 5 persen, meskipun Indonesia baru saja keluar dari pandemi Co­vid-19 dan menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Nah, kestabilan politik dan ekonomi memungkinkan pemerintahan Jokowi menyelesaikan berbagai program prioritas. Seperti pembangunan infrastruk­tur, baik fisik maupun digital, yang digencarkan di berbagai wilayah telah dirasakan ma­syarakat dampaknya.

“Manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkap­nya.

Prabu mencontohkan pem­bangunan infrastruktur seperti kereta cepat Jakarta-Bandung yang memangkas waktu per­jalanan hanya menjadi 30 menit. Sementara transformasi digital, sudah merambah wilayah Timur Indonesia.

Baca juga : Beringin Jamin Menteri Parpol Pasti Profesional

“Ini semua capaian luar biasa yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, keberhasilan ini juga tak lepas dari gaya kepe­mimpinan Jokowi yang sangat dekat dengan masyarakat. Ini menjadi faktor yang menam­bah kepuasan publik terhadap Jokowi selalu tinggi.

“Hal ini meninggalkan kesan mendalam di hati rakyat,” im­buhnya.

Dengan kebijakan ekonomi yang terjaga dan gaya kepemimpinan tersebut, Jokowi berhasil mencatatkan pencapaian yang signifikan hingga akhir masa jabatannya.

Kepuasan publik yang masih tinggi ini menunjukkan apresiasi atas berbagai terobosan yang telah dilakukan, sekaligus menjadi modal berharga bagi pemerintahan selanjutnya.

Tak hanya itu, tren posi­tif kepuasan publik terhadap Jokowi juga tak lepas dari kenyataan masyarakat kelas menengah yang tak terpengaruh signifikan terhadap kehebohan di dunia maya.

Adsense

Prabu bilang, ada disparitas yang tinggi antara kepuasan masyarakat di dunia maya dan dunia nyata sehari-hari.

Dalam dialog tersebut, General Manager Litbang Kom­pas Ignatius Kristanto mem­beberkan, berdasarkan survei terbaru tercatat 75,6 persen responden menyatakan puas yang didasarkan pada pulu­han pertanyaan terkait dengan kinerja Jokowi.

Baca juga : Banteng Jatim Kerahkan Bupati Dan Anggota DPR

Jika dikerucutkan pada per­tanyaan seputar “puas atau tidak puas,” jumlah responden yang menjawab puas bahkan menca­pai lebih dari 70 persen.

Jika dikelompokkan dalam empat kategori, yakni politik-keamanan, ekonomi, kesejahteraan sosial, dan penegakan hu­kum, menunjukkan tren positif.

Selain itu, masyarakat ke­las bawah, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, cenderung memiliki pandangan positif terhadap kinerja Jokowi. Hal ini kontras dengan respons dari masyarakat kelas menengah atas yang lebih aktif menyuara­kan pendapat di media sosial.

“Kelas bawah memiliki keter­batasan akses internet dan media sosial, sehingga mereka lebih banyak menilai dari pengalaman langsung yang mereka rasakan,” jelasnya.

Perbedaan ini mencerminkan adanya jarak antara opini publik yang terbentuk di dunia maya dengan realitas yang masyarakat sehari-hari.

Menurut Ignatius, sentimen negatif terhadap Jokowi lebih banyak muncul dari kalangan menengah atas yang aktif di platform seperti X (dulu Twitter).

Namun, basis pengguna X ini relatif kecil dibandingkan plat­form lain seperti Facebook, yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah.

“Di Facebook, nada positif terhadap Jokowi justru lebih tinggi,” ungkap Ignatius.

Baca juga : Kerugian Ekonomi Tembus 600 Triliun, Sikat Judol Jangan Kendor

Struktur demografi pengguna media sosial di Indonesia juga mempengaruhi sentimen yang berkembang. Setiap platform memiliki karakteristik audiens yang berbeda.

“Ini membuat persepsi yang berkembang di media sosial tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak tentang pandangan ma­syarakat terhadap pemerintahan Jokowi,” lanjutnya.

Menurutnya, pencapaian di bidang ekonomi, seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan sosial, menjadi faktor yang paling diapresiasi oleh masyara­kat kelas bawah.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah lulusan SMK yang terserap di dunia kerja mening­kat secara signifikan.

“Ini menunjukkan kebijakan Pemerintah mulai memberikan dam­pak nyata bagi kalangan menengah bawah,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense