BREAKING NEWS
 

Di Ibu Kota Negara

Investor Inggris Bakal Bangun Botanical Garden

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Senin, 7 Oktober 2024 07:32 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat , Basuki Hadimoeljono

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bakal memiliki kebun botanikal atau botanical garden. Jika tak ada aral melintang, groundbreaking-nya dimulai pekan ini.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimoeljono, usai menghadiri agenda Nusantara TNI Fun Run 2024 di IKN Nusantara, Minggu (6/10/2024).

Basuki menyebut, investor dari London, Inggris akan melakukan pembangunan botanical garden tersebut. “Nanti yang dibangun dari London, minggu depan (pekan ini) akan dilaku­kan groundbreaking. (Investor) yang lain masih difinalkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, unvestor asing yang sudah lebih dulu melaku­kan groundbreaking di IKN adalah perusahaan asal China Delonix Group, serta perusa­haan asal Rusia Magnum Estate International.

Presiden Jokowi sendiri su­dah melakukan groundbreaking Nusantara Botanical Garden pada 4 Juni 2024 lalu. Proyek ini digarap oleh konsorsium yang salah satu anggotanya adalah Sinar Mas.

Baca juga : Konsolidasi Pemenangan TPP Khofifah-Emil Gaspol

Basuki menuturkan, Presiden Jokowi berencana melakukan groundbreaking lanjutan di pe­kan depan, kemungkinan setelah 12 Oktober 2024.

“Lagi kami lihat, karena kan beliau (Jokowi) pulang dan pada 11 Oktober kalau jadi tes training center (TC) PSSI, maka beliau akan ke IKN lagi. Tapi 12-nya beliau ke Solo lagi, jadi setelah itu mungkin,” jelasnya.

Selain Inggris, dia belum bisa membeberkan investor asing maupun domestik lain yang akan memulai pembangunan proyeknya dalam waktu dekat di IKN.

“Lagi difinalkan, belum fixed betul, belum tau ada berapa yang akan groundbreaking,” tutur Basuki.

Adsense

Dia menjelaskan, nantinya botanical garden bisa menjadi area destinasi yang bermuatan edukasi.

Baca juga : Gerindra Bidik Minimal Kemenangan 65 Persen

Pada tahap 1A atau pembangunan yang sudah groundbreaking lebih dulu, menekankan fungsi edukasi, yakni pene­litian, pendidikan, dan wisata lingkungan.

“Rencana fokusnya pada kon­servasi dan lingkungan,” tutur Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara ini.

Menteri PUPR menilai dibangunnya botanical garden yang ada di Nusantara dan pusat bisnis adalah bentuk keper­cayaan positif sektor swasta di Indonesia terhadap IKN.

“Saya harap ke depannya akan terus diiringi pembangunan-pembangunan infrastruktur dan sosial dari sektor swasta,” ha­rapnya.

Pembangunan tersebut meli­batkan 11 perusahaan lainnya, yaitu Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulau Intan, Djarum, Wings Group, Adaro, Barito Pacific, Mulia Group, Kawan Lama, dan Alfamart.

Baca juga : 40 WNI Pulang Dari Lebanon

Konsorsium itu membangun Botanical Garden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang akan menghadirkan area konservasi sekaligus desti­nasi eduwisata dengan luas lahan 211 hektar.

Tahap pertama pembangunan berfokus pada koleksi anggrek, pusat riset anggrek, dan rumah anggrek.

Sedangkan fasilitas lain seperti Visitor Centre, Cafe, dan Pojok UMKM, juga dibangun untuk menjadikan Nusantara Botanical Garden sebagai salah satu desti­nasi yang bermuatan edukasi di Nusantara.

Ketua Konsorsium Nusantara, Sugianto Kusuma menyebut, kontribusi Konsorsium Nusan­tara menjadi bentuk dukungan penuh dari konsorsium yang berisi berbagai sektor swasta dan pengusaha dalam pembangunan Nusantara yang lebih hijau, modern, dan dicintai masyara­katnya.

“Botanical Garden akan berfungsi sebagai paru-paru kota, sebagai bentuk implementasi forest city di IKN,” ucap Sugianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense