RM.id Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir tidak ujug-ujug memecat Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Ada dua surat yang jadi pegangan Erick untuk melakukan itu. Surat itu berasal dari Dewan Komisaris dan Komite Audit Garuda.
Dari surat inilah Menteri BUMN bisa membeberkan kronologis dugaan penyelundupan Harley Davidson klasik via pesawat Garuda Indonesia.
"Alhamdulillah di sini Dewan Komisaris sudah mengirimkan surat kepada saya, dan yang terpenting Komite Audit juga sudah mengirimkan surat," ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).
Baca juga : Garuda Siap Patuhi Aturan Yang Berlaku
Kedua surat ini diperlihatkan Erick Thohir kepada para awak media yang hadir dalam konferensi pers yang turut dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, dan tiga perwakilan dari Komisi XI DPR RI.
Pada kesempatan ini Erick Cs juga memamerkan Harley dan sepeda bermerek Brompton yang diduga selundupan. Harley ini berkelir merah putih. Sementara Brompton berwarna hijau army.
Erick kemudian membacakan isi surat dengan langsung menyebut poin keempat yang mengungkap dugaan pemilik motor Harley Davidson yang ditengarai diselundupkan adalah milik AA. Banyak yang yakin inisial AA ini adalah kepanjangan dari Ari Askhara, sapaan akrab Dirut Garuda.
Baca juga : Dokter Prancis Berusia 98 Tahun Ini Masih Praktek, Nggak Mau Pensiun
Selain itu Erick juga membacakan kronologis sejak AA memesan motor Harley Davidson ini pada 2018, mentransfer dana kepada bawahannya di Amsterdam, Belanda, hingga motor tersebut terungkap oleh pemeriksaan yang dilakukan Bea Cukai di bagasi penumpang pesawat baru Garuda jenis Airbus A330-900 seri Neo.
Sebelumnya Erick Thohir berjanji akan terus mengejar oknum-oknum lainnya yang kemungkinan terlibat dalam kasus motor Harley selundupan ini.
Menteri BUMN juga meyakini Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Bea Cukai akan memproses secara tuntas kasus tersebut.
Baca juga : Cuaca Buruk, Pesawat Garuda 271 Mendarat Darurat Di Halim
Erick juga akan memberhentikan Direktur Utama Garuda Ari Askhara terkait kasus motor Harley yang diduga selundupan tersebut.
Proses daripada pemberhentian itu, lanjutnya, akan ada prosedurnya lagi mengingat Garuda merupakan perusahaan publik. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.