BREAKING NEWS
 

Pendekatan GESI Pastikan Keterlibatan Perempuan dalam Rencana Pembangunan Desa

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 15 Oktober 2024 15:59 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya pengarusutamaan perempuan dalam perencanaan pembangunan desa menjadi salah satu misi utama Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di kawasan Indonesia Timur. Salah satunya di Negeri Olong, Kecamatan Seram Utara, Maluku Utara.

Fasilitator TEKAD Maluku Utara Marlein Manuhutu menyatakan, salah satu prinsip utama dari Program Tekad adalah pendekatan Gender Equality and Social Inclusion (GESI) yang memastikan perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan lain dapat terlibat aktif dalam setiap tahap perencanaan dan pembangunan ekonomi desa.

Pendekatan GESI ini kami terapkan dalam perencanaan pembangunan desa di Negeri Olong,” ujar Marlein, Selasa (15/10/2024).

Dia mengatakan, berbagai upaya melibatkan perempuan dalam perencanan pembangunan desa di Negeri Olong, di antaranya melalui kegiatan annual planning and monitoring serta musyawarah perencanaan partisipatif pembangunan ekonomi kampong (P3EK).

Menurutnya respons dari kaum perempuan dalam berbagai kegiatan tersebut sangat menggembirakan. Mereka mendominasi pertemuan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Baca juga : Fokus Lapangan Kerja, Kalangan Perempuan & Milenial Dukung Cawalkot Bogor Rena

“Peserta perempuan yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, seperti anggota PKK, kader posyandu, pelaku usaha, petani, nelayan, perempuan kepala keluarga (janda), hingga penjual ikan lokal (jibu-jibu),” katanya.

Marlein menjelaskan, perempuan merupakan salah satu kelompok rentan di desa. Mereka jarang sekali dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan.

Akibatnya banyak kebijakan di desa yang tidak berpihak kepada para perempuan. Padahal, dia ingin memastikan setiap kelompok rentan di desa memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam pembangunan.

Adsense

“Dengan begini, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesetaraan dan inklusi sosial," tegasnya.

Sementara warga Kampung Olong, Maria mengungkapkan, sebelumnya hanya segelintir orang yang diikutsertakan dalam proses perencanaan desa.

Baca juga : Prabowo Ingatkan Ketegangan Global: Ada Pemimpin Yang Kurang Arif

Akibatnya, masalah dan kebutuhan sebagian besar warga, khususnya perempuan, tidak pernah terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.

Kini, dengan hadirnya TEKAD, perempuan di Negeri Olong merasa lebih dihargai dan diakui sebagai aktor penting dalam pembangunan desa.

"Kami sangat berterima kasih kepada Program TEKAD dan pemerintah negeri karena mau melibatkan perempuan dalam pertemuan seperti ini. Dulu, kami jarang sekali diberi kesempatan untuk menyampaikan suara kami," ujarnya.

Dia menuturkan dalam musyawarah P3EK tersebut, para perempuan bisa menyalurkan ide dan pendapat terkait pembangunan desa.

Salah satunya upaya memecahkan pemasaran produk olahan sagu, seperti serut dan mie sagu, karena belum memiliki legalitas produk dan kemasan yang representatif.

Baca juga : Keberatan Aset-asetnya Disita, Sandra Dewi: 100 Persen Hasil Keringat Saya

Selain itu, para peserta juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran agar dapat menjawab kebutuhan warga secara efektif.

"Kami berharap Program TEKAD dapat membantu mengawal usulan kami agar masuk dalam Musyawarah P3EK (Perencanaan Partisipatif Pembangunan Ekonomi Kampung) dan diakomodasi dalam APBDes Tahun Anggaran 2025," pungkas Maria.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense