RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyatakan pihaknya tidak akan mengirim PMI ke negara penempatan yang rawan ekploitasi.
"Kami akan mendorong sebanyak-banyaknya pengiriman Pekerja Migran Indonesia, tetapi secara manusiawi dan tidak mengirim pekerja migran ke negara rawan eksploitasi," kata Karding di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Baca juga : Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Peringatan ke-96 Hari Sumpah Pemuda
Karding juga meminta seluruh balai di daerah untuk mulai merancang tata organisasi kelembagaan yang berorientasi pada penguatan vokasi dan pelatihan sebelum PMI berangkat.
"Kalau seseorang terampil, menguasai bahasa dan sedikit saja memahami budaya dari negara tujuan, ditambah pengawasan kita terhadap kontrak kerjanya, saya yakin tidak akan ada eksploitasi. Sesuai amanat Presiden kita, di zaman ini, tidak ada lagi eksploitasi. Kita jaga haknya," imbuhnya.
Baca juga : Menteri Bisa Tancap Gas
Di akhir sambutannya, Menteri Karding berpesan kepada seluruh pegawai untuk bekerja secara profesional.
"Zaman sudah berubah. Hilangkan cara-cara yang tidak professional. Saya hanya ingin kita yang ada di sini kerja professional, dengan parameter ukuran," ungkap dia.
Baca juga : Sambut Baik Kementerian PMI, Migrant CARE: Langkah Maju Lindungi Pekerja Migran
Kementerian P2MI, lanjut Karding, oleh negara ditugaskan bekerja mengurus para pekerja migran.
"Artinya kita urus orang yang lagi cari makan. Sama seperti kita. Tapi kita bagus kerja di tempat ber-AC. Ada jaminan rutin tiap bulan, tapi saudara kita yang kerja diluar, nasibnya belum tentu sama dengan kita. Jadi jangan berpikir mengambil untung sedikitpun dari mereka," papar dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.