BREAKING NEWS
 

Selesai Rakor Swasembada Pangan

Zulhas Buka Opsi Impor Beras 1 Juta Ton

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 30 Oktober 2024 08:23 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan usai memimpin rakor pangan di Kementerian Kehutanan, Selasa (28/10/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menggelar rapat koordinasi (rakor) swasembada pangan. Dia meminta, para menteri yang berada di bawah koordinasinya melakukan sinergi untuk mencapai target swasembada pangan. Meski begitu, Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan-mengatakan, pemerintah masih membuka opsi impor beras 1 juta ton jika cadangan beras pemerintah nggak cukup.

Rakor swasembada pangan digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (29/10/2024) siang. Rapat yang dimulai pukul 10.30 WIB itu, digelar tertutup. 

Rakor dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Usai rakor, Zulhas bersama para menteri memberikan keterangan pers. Kata dia, rakor membahas belanja masalah hingga solusi untuk mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada 2028.

"Kami berkejaran dengan waktu, Pak Presiden sudah berkali-kali menyampaikan agar negeri kita bisa swasembada pangan," ujar Zulhas.

Ketua Umum PAN itu menekankan pentingnya sinergi antarkementerian untuk mencapai target swasembada pangan. Menurut dia, meski pangan menjadi domain Kementerian Pertanian (Kementan), tapi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman tidak bisa apa-apa jika sendirian.

Baca juga : Menhan Dorong Reformasi Birokrasi Pertahanan

Sebab, kata dia, jika butuh pupuk, Kementan harus koordinasi dengan BUMN. Begitu juga jika butuh air untuk irigasi, harus koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Karena kita satu tim, harus kerja sama untuk mencapai swasembada pada 2028. Satu saja nggak mau kerja sama, susah," urai Zulhas.

Sementara untuk menjaga cadangan beras Pemerintah (CBP) tahun ini, Zulhas membuka opsi impor 1 juta beras dari India. Namun, dia menegaskan, impor hanya akan dilakukan jika cadangan beras tidak mencukupi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi beras Indonesia tahun ini turun ke 30,34 juta ton. Sedangkan konsumsinya mencapai 30,92 juta ton.

Adsense

Pemerintah telah menetapkan bakal mengimpor beras sebanyak 3,6 juta ton pada 2024. Sementara realisasi impor pada Januari hingga Agustus 2024 tercatat 2.937.772 ton. Sedangkan, pada September hingga Desember, Pemerintah rencananya akan mengimpor 1.552.686 ton.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menegaskan, rencana penambahan impor akan dilakukan jika produksi beras menurun. Impor dilakukan untuk mengamankan cadangan pangan.

Baca juga : Megatron Tidak Gentar Lawan Mantan Kapten

“BPS menyampaikan untuk menyiapkan cadangan pangan lagi ke depan sambil kita memperkuat produksi dalam negeri,” katanya.

Rangkul BUMN

Di tempat terpisah, Mentan Amran Sulaiman mengumpulkan direksi BUMN Pangan untuk membahas swasembada dan ketahanan pangan nasional di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Adapun BUMN Pangan yang diundang, di antaranya ID FOOD, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Perum Bulog, dan Perkebunan Nusantara atau PTPN. Hadir juga Bapanas.

"Kami ingin kolaborasi, sinergi positif, saling menguntungkan," kata Amran.

Salah satu contoh kolaborasi dan sinergi positif yang akan dilakukan Kementan bersama Bapanas dan BUMN Pangan, kata Amran, pengoptimalan lahan dan potensi benih padi yang mencapai 100 ribu ton milik PT Sang Hyang Seri.

Baca juga : Ingat, Bawa Air Jika Keluar Rumah Agar Tak Dehidrasi

"Nilainya mungkin Rp 2 triliun sampai dengan Rp 3 triliun, tetapi selama ini belum optimal. Jadi nanti kita kolaborasi," ungkap Amran.

Selain itu, Amran juga memberikan perintah kepada Perum Bulog untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, baik untuk komoditas padi maupun jagung. Hal ini menjadi penting untuk para petani.

Sehari sebelumnya, Senin (28/10/2024), Presiden Prabowo memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, ke Istana Negara. Prabowo meminta, Amran cs melakukan sejumlah langkah strategis agar target swasembada beras bisa segera terwujud. Salah satunya, menyiapkan lahan di Sumatera, Papua, hingga Kalimantan.

Untuk diketahui, Prabowo sangat serius mencapai swasembada beras. Prabowo memasukkan swasembada pangan sebagai program prioritasnya. Dia pun menargetkan, 3-4 tahun ke depan, Indonesia sudah bisa swasembada. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense