RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong Pejabat Fungsional Pranata Humas untuk siap dan terampil sebagai agen komunikasi yang adaptif, serta responsif terhadap perkembangan teknologi.
Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Komdigi Hasyim Gautama menegaskan, pentingnya komunikasi yang efektif sebagai kunci dalam mendukung program Pemerintah seperti Asta Cita. Terutama dengan peran humas sebagai ujung tombak komunikasi publik.
"Humas bertugas menyusun strategi komunikasi yang tepat untuk menjelaskan tujuan dan manfaat program kepada masyarakat, serta membangun kepercayaan publik melalui transparansi informasi dan menjalin interaksi yang konstruktif," ujar Hasyim dalam Bimbingan Teknis bertajuk 'Bikin Video Viral Jangan Asal' di Yogyakarta dikutip Rabu (30/10/2024).
Hasyim mencontohkan, program Presiden Prabowo Subianto yang bertekad mewujudkan kesejahteraan rakyat salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis.
"Program ini fokus pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan generasi penerus bangsa," ujarnya.
Untuk itu, Hasyim berharap, melalui bimbingan teknis ini, humas dapat menjangkau audiens lebih luas dan memastikan pesan program disampaikan secara menarik dan mudah dipahami.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional Tigor Pangaribuan menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis sangat membantu anak-anak Indonesia.
Tigor menilai, dengan menyediakan makanan bergizi dan susu gratis bagi siswa SD hingga SMA mampu meningkatkan konsentrasi, dan mendukung perkembangan fisik serta mental mereka.
Baca juga : Inisiasi Pemeran Audio, Krista Exhibitions Dorong Pengembangan Kreativitas Sektor Seni
Badan Gizi Nasional, kata Tigor, telah merancang program ini berdasarkan riset kebutuhan gizi keluarga Indonesia di berbagai kelompok ekonomi, khususnya untuk mendukung balita, anak sekolah, hingga ibu hamil.
Fokus utama program ini adalah periode kritis dalam perkembangan anak, termasuk 1.000 hari pertama kehidupan dan usia pertumbuhan.
Untuk itu, program ini mencakup siswa SD hingga SMA untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang optimal.
"Visi dari program ini adalah terwujudnya modal manusia yang berkualitas untuk Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, di mana SDM berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual dan keterampilan, tapi juga dari kesehatan fisik dan mental," jelas Tigor.
Baca juga : Digeber Pemerintah, Swasembada Beras Bukan Mission Impossible
Praktisi media sosial Abi Satria berbagi cara membuat konten video yang efektif dengan pemahaman yang tepat untuk hasil maksimal.
Menurutnya, konten berkualitas tidak hanya asal upload, tapi juga memahami karakteristik setiap platform baik itu Instagram, TikTok, YouTube, X, maupun Facebook, sehingga konten yang dihasilkan bisa tepat sasaran dan efektif menjangkau audiens.
"Konten yang sukses bukan hanya soal jumlah view tapi membuat orang ingin tahu lebih dalam. Langkah utama adalah memastikan banyak yang klik atau tap konten, kemudian mengamati berapa banyak yang menonton hingga akhir,"tutur Abi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.