Sebelumnya
“Kami memerlukan dukungan dari bapak ibu sekalian, karena jika kita terburu-buru launching, sementara ‘jantungnya’ ini tidak kuat, maka sistemnya bisa gagal,” tuturnya.
Tito menyebut ada tiga sektor yang perlu diperkuat, salah satunya adalah kapasitas server data untuk menampung penyimpanan. Kedua adalah bandwithnya, agar tidak lemot. Terakhir, keamanan digitalnya. “Jangan sampai di-hack,” Tito menambahkan.
Sebelumnya dikabarkan, sebuah akun RRR mengunggah data 337 penduduk Indonesia di pasar gelap pada 2023. Sumber data tersebut diduga berasal dari Dukcapil Kemendagri.
Baca juga : Erick-Widiyanti Kolaborasi Pengembangan Pariwisata
Kebocoran data itu berisi informasi soal nama, NIK, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, alamat, nama ayah, nama ibu, NIK ayah, NIK ibu, nomor akta lahir dan akta nikah, hingga tanggal pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kala itu, Kemendagri menepis datanya berasal dari Dukcapil. Lantaran terdapat perbedaan format elemen datanya dengan data milik Dukcapil Kemendagri.
Mengenai hal ini, Anggota Komisi II Aria Bima mendukung percepatan digitalisasi yang dilakukan Kemendagri. Termasuk salah satunya adalah penguatan sistem keamanan Dukcapil.
Baca juga : PPP Jadwalkan Muktamar Digelar Sebelum Ramadan
Menurutnya, digitalisasi penting untuk menjaga keamanan data pemilih dan memastikan Pilkada 2024 melahirkan pemimpin yang dipilih rakyat. Bukan oleh oknum yang memanfaatkan celah kebocoran data.
“Disitulah saya kira Kemendagri punya hajatan untuk melakukan pengawasan dan bagaimana penegakan aturan untuk mencegah praktik-praktik tertentu,” ungkapnya.
Di dunia maya, netizen mengapresiasi sikap Pemerintah yang memastikan bakal menjaga keamanan data pemilih. Walaupun jejak digital mengenai kebocoran data KPU di tahun sebelumnya, perlu dibuktikan lebih lanjut.
Baca juga : Waspada, Wabah Penyakit Cacar Air Dan Gondongan
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 1 November 2024 dengan judul Server Dukcapil Belum Diretas, Tito: Tolong, Jangan Dihajar Juga
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.