BREAKING NEWS
 

Ajukan Repratiasi Prasasti Pucangan Dari India

Menteri Fadli Zon Pulihkan Artefak Sejarah Indonesia

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Senin, 11 November 2024 07:35 WIB
Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dalam Pertemuan Menteri Kebudayaan G20 di Salvador da Bahia, Brasil pada Jumat (8/11/2024) waktu setempat. (Foto: Instagram/budayasaya)

 Sebelumnya 
“Kita harus secara kolek­tif memperkuat seruan ke­pada negara-negara ini untuk mengembalikan warisan budaya ke tempat asalnya,” tegas Fadli.

Prasasti Pucangan dikenal dengan sebutan Airlangga Stone dan Calcutta Stone. Prasasti itu adalah prasasti abad ke-11 yang dibuat atas perintah Raja Airlangga, salah satu penguasa besar di Pulau Jawa saat itu, Medang-Kahuripan.

Prasasti ini mencatat peris­tiwa-peristiwa penting dalam sejarah Jawa, khususnya pemerintahan Raja Airlangga dan tatanan politik serta keagamaan pada masa itu.

Baca juga : Dukungan Prabowo Dalam Kapasitas Ketum Gerindra

Pada awal abad ke-19, prasasti ini ditemukan oleh Stamford Raffles, Letnan Gubernur Inggris yang berkuasa di Jawa dari 1811 sampai 1816 yang kemu­dian dikirimkan ke India sebagai hadiah kepada Lord Minto, Gu­bernur Jenderal Inggris di India kala itu.

Sejak itu, prasasti ini tetap berada di India dan kini disim­pan di Indian Museum, Kol­kata. Kini Indonesia berharap prasasti peninggalan Nusantara itu kembali.

“Seruan kita kepada negara-negara ini adalah langkah pemu­lihan keadilan sejarah,” tandas Fadli.

Baca juga : Pelanggan KAI Bisa Beli Tiket Mulai Kamis Pekan Ini

Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Titi Surti Nastiti mendukung langkah Pemerintah untuk mengupayakan pemulangan Prasasti Pucangan. Di dalam prasasti terse­but berisi informasi penting berbahasa Sansekerta.

“Pada prasasti itu ada sejarah peradaban di Jawa. Bagi India ini mungkin tidak ada historisnya sama sekali. Tapi bagi Indonesia ini sangat penting,” tegasnya.

Ia optimistis Pemerintah mampu memulangkan kem­bali prasasti itu. Pemerintah sebelumnya sudah berhasil memu­langkan artefak asal Indonesia yang disimpan di luar negeri.

Baca juga : Bawaslu Jawa Tengah Terima 55 Pengaduan

Dimulai dari inisiatif Prof. Muhammad Yamin yang memu­langkan Kitab Negarakertagama dan arca Prajnaparamitha yang disimpan di Belanda.

“Kemudian kita juga ber­hasil melakukan pemulangan ratusan benda dari museum di Belanda beberapa tahun lalu,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense