Dark/Light Mode

Disaksikan Prabowo Dan Xi Jinping

Airlangga-Mendag China Teken MoU Blue Economy

Senin, 11 November 2024 07:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Perdagangan China (MOFCOM), Wang Wentao. Foto: Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Perdagangan China (MOFCOM), Wang Wentao. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping akan memperkuat kerja sama ekonomi. Dalam pertemuan perdananya, keduanya sepakat untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi. Salah satunya, memanfaatkan potensi laut.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan penandatanganan Memorandum of Under­standing (MoU) tentang Deepening Blue Economy Cooperation dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.

Penandatanganan MoU di­saksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Xi Jinping, dalam acara pertemuan bilateral antara kedua Kepala Negara di Great Hall of the People, Beijing, Sabtu (9/112024).

Baca juga : Ayo, Kita Bersihkan Dan Keruk Saluran Air

Airlangga ikut mendampingi Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing, China pada 8-11 November 2024.

“MoU ini mencakup kerja sama multisektoral, blue economy atau ekonomi biru terkait pemanfaatan Energi Laut Terba­rukan (ELT) yang berkelanjutan, pengelolaan perikanan dan akuakultur, pariwisata maritim, inovasi dan kerja sama industri,” kata Airlangga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Minggu (10/11/2024).

Dijelaskan politisi Partai Gol­kar itu, sektor yang akan dikerja samakan adalah industri hiliri­sasi produk kelautan, seperti pengolahan makanan laut dan biofarmasi kelautan.

Baca juga : Brighton Vs Manchester City 2-1, City Perpanjang Rekor Kekalahan

Selain itu, kerja sama industri pembuatan dan perbaikan kapal, transportasi laut, pembangunan dermaga dan pelabuhan.

MoU yang dilakukan kedua menteri ini, lanjut Airlangga, juga menjadi landasan dalam kerja sama kedua negara di sektor pariwisata dan layanan rekreasi bahari, serta pengembangan sumber energi bersih. Seperti, fotovoltaik, tenaga angin, tenaga pasang surut, maupun jaringan transmisi antar pulau.

Airlangga mengatakan, kesepakatan ini menegaskan komitmen yang kuat antara kedua negara untuk bekerja sama di bidang blue economy.

Baca juga : Putri Trump Trauma Ditinggalkan Teman

“Kolaborasi ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Dan China yang merupakan salah satu negara dengan perkembangan teknologi kelautan yang sangat cepat di dunia,” kata Airlangga.

Ia melanjutkan, implemen­tasi kerja sama dalam MoU ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan dari produk dan jasa dari sektor kelautan Indonesia.

Laut merupakan proporsi terbesar wilayah Indonesia dan memiliki potensi yang luas untuk percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.