Dark/Light Mode

Musim Hujan Tiba, Jakarta Mulai Kebanjiran

Ayo, Kita Bersihkan Dan Keruk Saluran Air

Senin, 11 November 2024 06:50 WIB
Ang­gota DPRD Fraksi PSI, Francine Widjojo. (Foto: Dok. Pribadi)
Ang­gota DPRD Fraksi PSI, Francine Widjojo. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki musim hujan, banjir mulai merendam sejumlah wilayah di Jakarta. Untuk mencegah hal itu meluas, masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dengan membersihkan lingkungan masing-masing. Terutama, saluran air.

Pada Selasa (5/11/2024), data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, sebanyak lima ruas jalan dan 43 RT terendam banjir. Ketinggian air dari 30 cen­timeter (cm) sampai satu meter.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan fungsi saluran mikro dan makro untuk mencegah dan mengan­tisipasi banjir semakin meluas.

“Kemarin ada beberapa per­mintaan untuk pelebaran dan perbaikan saluran air,” kata Ang­gota DPRD Fraksi PSI, Francine Widjojo dalam keterangannya, Minggu (10/11/2024).

Karena itu, dia mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera melaku­kan pengerukan saluran yang tersumbat untuk mengantisi­pasi terjadinya banjir. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan.

“Atasi banjir bukan sepenuh­nya tanggung jawab Pemerintah. Tapi, juga ada kontribusi tang­gung jawab dari warga, terutama agar tidak membuang sampah ke kali maupun saluran air,” tandasnya.

Hal senada dilontarkan Ang­gota Komisi D Ghozi Zulazmi. Ghozi mengajak warga mulai membersihkan lingkungan tem­pat tinggal. Di antaranya dengan memilah dan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga : Brighton Vs Manchester City 2-1, City Perpanjang Rekor Kekalahan

Selain mencegah banjir, lanjut dia, memilah sampah rumah tangga secara mandiri berkontribusi mengurangi sampah. Sehingga pengelolaan sebagian sampah bisa selesai tanpa harus dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

“Akan lebih baik lagi jika dipilah pilih sesuai dengan jenisnya,” ucap Ghozi.

Ghozi mengimbau perangkat daerah, mulai dari Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) secara rutin bergotong royong membersihkan lingkungan. Sehingga bisa mengantisipasi banjir akibat penyumbatan saluran air di pemukiman.

“Memasuki musim hujan, kayaknya harus lebih giat lagi kerja bakti. Saluran penunjang ini untuk menjaga aliran air supaya tidak tersumbat,” pungkasnya.

Pada Jumat (8/11/2024), Pen­jabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meninjau lang­sung perbaikan dan pelebaran saluran air di sepanjang Jalan Adityawarman dan Jalan Tirta­yasa, Jakarta Selatan (Jaksel). Wilayah tersebut kerap banjir saat hujan akibat penyempitan saluran air.

“Saya sudah perintahkan un­tuk segera lakukan perbaikan sebagai upaya mengatasi banjir di wilayah Jakarta Selatan, khu­susnya di sekitar dua jalan ini,” kata Teguh.

Untuk diketahui, terjadi pe­nyempitan saluran air yang sebelumnya selebar dua meter menjadi satu meter. Saluran tersebut kini sudah diperlebar sehingga kapasitas menampung aliran air hujan lebih besar.

Baca juga : Raline Shah, Kekasih Tak Suka Diekspose

“Saluran air yang menjadi bottleneck, yang satu meter itu, sudah dibongkar. Ada juga yang kurang dalam, sudah digali un­tuk memperdalam. Karena, ada saluran yang dalamnya 1,5 meter dan ada yang dalamnya hanya 70 cm,” terangnya.

Teguh juga sudah memerintahkan Dinas SDA bersama Suku Dinas SDA Kota Adminis­trasi Jaksel dan Wali Kota Jaksel memeriksa crossing saluran yang ada di Jalan Tirtayasa dan Jalan Adityawarman. Hal ini lantaran, setiap tahun, jalan di kawasan tersebut ditinggikan sehingga mengakibatkan ruang bawah jalan menjadi rendah.

“Pelebaran saluran air di Jalan Adityawarman kita targetkan selesai dalam dua minggu,” ujarnya.

Teguh berjanji akan mengecek perbaikan saluran itu karena ada Sarana Jaringan Utilitas Ter­padu (SJUT).

“Kami tidak bisa semena-mena memotong kabel-kabel yang ada dalam saluran, nanti dampaknya ke masyarakat juga,” jelasnya.

Untuk itu, Teguh akan memanggil operator pemilik kabel untuk segera merapikan SJUT dengan memasukkan kabel ke dalam ducting yang akan disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Keberadaan kabel yang tidak tertata rapi, lanjutnya, dapat mengakibatkan penumpukan sampah, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar di dalam saluran.

Baca juga : Para Pejabat Diminta Ketatkan Ikat Pinggang

“Kondisi ini berdampak ter­jadinya genangan air, karena air mengalami antrean panjang masuk ke saluran,” jelasnya.

Ditegaskan dia, pihaknya serius menangani banjir. Namun upaya tersebut tidak bisa dilaku­kan secara parsial melainkan harus menyeluruh, terintegrasi dan sistematis. Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan mitigasi banjir.

Teguh bilang, ada beberapa kegiatan mitigasi banjir yang ti­dak langsung selesai pada 2024. Ada yang baru dimulai 2025 dan dilanjutkan pada 2026.

“Terkait kewenangan, akan dibicarakan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Karena ada sebagian kewenangan penanganan banjir di bawah koordinasi Kementerian PU,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 11 November 2024 dengan judul Musim Hujan Tiba, Jakarta Mulai Kebanjiran, Ayo, Kita Bersihkan Dan Keruk Saluran Air

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.