BREAKING NEWS
 

2 Daerah Wisata Raih Penghargaan PBB

Menpar Widiyanti Gali Potensi Alam & Budaya

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Minggu, 17 November 2024 07:35 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Instagram/widi.wardhana)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Pariwisata Dunia (United Nations Tourism/UN Tourism) memberikan penghargaan untuk dua desa wisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana me­nuturkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Indonesia untuk menjaga serta mening­katkan prestasi ini. “Kami optimistis, penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak desa wisata di Indonesia untuk terus mengoptimalkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya dalam keterangan pers, di Ja­karta, Sabtu (16/11/2024).

Penghargaan “Best Tourism Villages by UN Tourism 2024” disematkan kepada dua desa, yakni Desa Wisata Jatiluwih, Bali dan Desa Wisata Wukisari, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penghargaan tersebut di­raih pada edisi keempat “Best Tourism Villages by UN Tourism 2024” yang digelar di Kolom­bia, Amerika Serikat, Jumat (15/11/2024) waktu setempat. Dengan demikian, dua desa wisata Indonesia ini berhasil menjadi bagian dari 55 Best Tourism Villages by UN Tourism 2024.

Widiyanti memas tikan, Pemerintah bakal mengoptimalkan upaya pengembangan desa wisata. Dua potensi yang men­jadi fokus adalah alam dan budaya lokal setempat.

Menurutnya dua potensi itu memiliki magnet yang kuat jika terkelola secara berkelanjutan. Tak lupa, sumber daya manusia (SDM) atau warga setempat yang terlibat dalam pengem­bangan desa wisata juga harus mendapat perhatian.

“Jadi kekayaan alam, warisan budaya, serta pemberdayaan masyarakatnya desa akan mem­buat pariwisata desa lebih inklu­sif dan diminati wisatawan,” tuturnya.

Baca juga : Surya Paloh Turun Gunung

Widiyanti menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, pro­gram pengembangan desa wisata telah menjadi program unggulan Pemerintah termasuk Kemenpar.

Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan desa yang tertuang di dalam prioritas nasi­onal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penghargaan ini bukan yang pertama. Widiyanti mengung­kapkan, sebelumnya ada Desa Nglanggeran yang penghargaan pada 2021. Diikuti Desa Pengli­puran pada 2023.

Best Tourism Villages diadakan untuk menjaring desa percontohan yang berhasil mengembangkan pariwisata. Desa tersebut dinilai tak hanya potensi alam tapi juga pember­dayaan komunitas masyarakat setempat, dan melestarikan tradisi serta warisan lokal.

Berdasarkan data, hingga tahun 2024 sudah sebanyak 245 desa telah menjadi anggota dari Best Tourism Villages Network.

Adsense

Desa-desa tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari jaringan desa wisata global terbesar.

Dari laporan UN Nations Desa Wisata Jatiluwih, Bali dan Desa Wisata Wukisari, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil terpilih dari sekitar 260 kandidat yang berasal lebih dari 60 negara anggota UN Tourism.

Baca juga : Pemerintah Harus Perhatikan Pengolahan Hingga Pengemasan

Nomine dari Indonesia dipilih dari desa wisata yang tersertifi­kasi berkelanjutan pada periode 2019 hingga 2024. Sebab indika­tor penilaian sertifikasi mewakili sembilan area evaluasi Best Tourism Villages.

Bagi desa wisata yang belum masuk sebagai Best Tourism Villages, UN Tourism menghadirkan program pendampingan berupa upgrade programme untuk 20 desa wisata terpilih.

Widiyanti menegaskan, capaian ini merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas desa wisata yang ada di Indonesia. Tentunya, kata dia, Indonesia tidak bisa berpuas diri atas capaian ini.

“Kami di Kemenpar akan terus berupaya memperkuat ekosistem desa wisata di dalam negeri melalui komitmen kolektif demi kemajuan pariwisata Indonesia,” tandasnya.

Sekretaris Utama Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengingatkan penge­lola desa wisata agar terus ber­adaptasi dengan tren wisatawan. Terutama, agar desa wisata lebih ramah untuk perempuan dan anak.

“Memperhatikan juga sarana prasarana umum seperti toilet memenuhi syarat keamanan dan fasilitas yang mendukung kenya­manan wisatawan,” imbaunya.

Terpisah, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menilai, potensi wisata di seba­gian desa sangat besar.

Baca juga : 01 Didukung Warga Minang, 02 Diendorse Mantan Wapres

Dia pun mengimbau Pemerintah Daerah untuk melakukan pemetaan potensi unggulan yang dimiliki oleh desa.

“Pemetaan ini penting agar diketahui apa saja potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing desa,” tuturnya.

Wisata desa tidak hanya se­bagai hiburan, tapi juga bisa menjadi eduwisata, memiliki nilai pendidikan tentang perta­nian. Langkah itu diharapkan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan desa.

“Maka diperlukan kerja sama termasuk kolaborasi antar warga. Nanti manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di desa terse­but,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense