RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar didampingi Wakil Menteri (Wamen) Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).
Kedatangannya di KPK bertujuan untuk melakukan konsultasi dan membahas program antikorupsi di Kemenag.
“Kami bahagia sekali bisa diskusi secara terbuka apa yang bisa diperoleh, bantuan apa yang bisa kami peroleh dari KPK, karena kami berharap untuk jadi pendamping,” kata Menag, Nasaruddin di laman kemenag.
Menurut Menag, Kementerian yang dipimpinnya saat ini mengelola dana yang cukup besar.
Baca juga : Menteri PU & Bappenas Matangkan Program Infrastruktur 2025
“Kami ingin ada pandangan yang sama, wawasan yang sama dalam memanage instansinya. Poin konkretnya kami minta betul KPK mendampingi kami dalam beberapa program-program khusus, termasuk masalah haji, termasuk masalah-masalah Pendidikan,” imbuh Menag.
Cegah Korupsi
Selain itu, Menag mengungkapkan, kedatangannya ke Gedung Merah Putih menunjukkan komitmen Kemenag untuk melakukan pencegahan korupsi. Di samping itu, Kemenag juga siap berjalan bersama KPK untuk melakukan penguatan moral serta spiritual dalam upaya memberantas korupsi.
“Di saat yang bersamaan juga kami akan memberikan masukan kepada KPK. Karena KPK juga membutuhkan penguatan moral, spiritual tentunya, sementara di Kemenag juga sehari-hari ya kita kan juga mengelola (penguatan moral dan spiritual) itu,” ujar Menag.
Baca juga : Rekonstruksi Tradisi Keagamaan
Selama ini, lanjut Menag, Kemenag dan KPK sudah memiliki kerja sama yang baik terkait pencegahan korupsi. Hal ini perlu untuk dilanjutkan dan diberikan penguatan.
“Masalah pencegahan kita sudah bekerja sama dengan bagus, termasuk masalah Pendidikan. Kemudian koordinasi, monitoring dan supervisi pendampingan di daerah juga,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, dalam audiensi, lembaga antirasuah dan Kemenag juga memperbarui nota kesepahaman yang pernah diteken bersama.
Ia menyebut nota kesepahaman yang telah diperbarui itu kini mencakup kerja sama kedua lembaga yang lebih komprehensif.
Baca juga : Ini Yayasan di Balik Program Percontohan Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta
"Mulai dari peningkatan pendidikan antikorupsi di jaringan pendidikan agama mulai pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi," kata Ghufron.
"Sampai juga kemudian pada tata kelola kewenangan maupun tata kelola pengelolaan, misalnya ibadah haji," sambungnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.