BREAKING NEWS
 

Diskusi di UGM, Menkomdigi Ajak Mahasiswa Jadi “Pilot” AI yang Bijak

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 12 Desember 2024 14:32 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Komdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menjadi pembicara dalam diskusi inspiratif di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (11/12/2024). Dalam acara itu, Meutya mengajak para mahasiswa untuk menjadi “pilot” yang bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dia menerangkan, di tengah kemajuan teknologi, mahasiswa memiliki kesempatan luar biasa untuk menjadikan AI sebagai co-pilot yang andal. “Namun, ingat, kitalah yang tetap menjadi pilot utama. Kendali penuh ada di tangan kita untuk menentukan arah, memastikan kebenaran, dan memberi makna pada setiap keputusan,” ujar Meutya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Kamis (12/12/2024).

Meutya menerangkan, AI adalah alat yang mampu membantu manusia di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Meski demikian, AI tetap tidak dapat menggantikan esensi manusia, seperti imajinasi, kreativitas, dan empati.

Baca juga : Ingatkan Pesan Prabowo, Menkomdigi: Gunakan AI secara Bijak

“Teknologi bisa membantu, tapi hanya kita yang punya akal, hati, dan imajinasi. Itu yang menjadi pembeda mendasar antara manusia dan AI,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, Meutya juga menyoroti pentingnya pemikiran kritis dan kemampuan bertanya dalam memanfaatkan AI secara maksimal. Dia berbagi pengalamannya mengenai pelatihan bertanya yang dianggapnya penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Adsense

“Di era kami, budaya bertanya belum terlalu ditekankan. Teman-teman nanti justru berhadapan dengan era yang harus banyak bertanya. Siapa yang paling cerdas pertanyaannya, dialah yang menguasai Artificial Intelligence,” terangnya.

Baca juga : Ke MUI, Menkomdigi Ajak Dai Perangi Judi Online

Dia juga merespons kekhawatiran terkait dampak AI terhadap lapangan pekerjaan. Meutya menekankan, AI tidak menggantikan pekerjaan manusia, melainkan membuka peluang baru di berbagai bidang.

“AI menciptakan peluang baru seperti data analytics, software engineering, hingga pengembangan produk berbasis teknologi. Dengan inovasi yang tepat, lapangan pekerjaan justru akan bertambah banyak,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan menggandeng Microsoft dan Wadhwani untuk memberikan pelatihan bagi mahasiswa. Selain itu, pada kegiatan ini juga diselenggarakan job fair yang melibatkan lebih dari 20 perusahaan berbasis teknologi, sehingga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang karier di sektor teknologi.

Baca juga : Menkomdigi Tunjuk Jenderal Polisi Jadi Plt Dirjen Pengawasan Ruang Digital

Di akhir sambutannya, Meutya Hafid berpesan agar generasi muda terus bermimpi dan berimajinasi. “AI tidak bisa bermimpi. Tapi kita bisa. Itulah kekuatan yang harus terus kita jaga,” ucapnya.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria; Kepala BPSDM Komdigi Harry Budiarto, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Arnanto Nurprabowo, serta Plt Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar. Hadir pula Wakil Rektor UGM Arie Sudjito beserta segenap sivitas akademika UGM. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense