Dark/Light Mode

PMI Ilegal Berisiko Tinggi, Benny Ajak Mahasiswa Edukasi Masyarakat

Kamis, 11 Juli 2024 08:58 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani usai melepas mahasiswa UIN Jakarta yang akan melakukan kuliah kerja nyata, di Kampus UIN Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: RM.ID/UMM)
Kepala BP2MI Benny Rhamdani usai melepas mahasiswa UIN Jakarta yang akan melakukan kuliah kerja nyata, di Kampus UIN Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: RM.ID/UMM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, mengajak mahasiswa ikut mengedukasi masyarakat tentang bahaya menjadi pekerja migran ilegal. Hal tersebut disampaikan Benny di hadapan ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), di Kampus UIN Jakarta, Rabu (10/7/2024). 

Dalam pidatonya, Benny menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat tentang risiko menjadi pekerja migran non-prosedural.

"Kita sepakat tidak ingin ada lagi anak-anak bangsa yang bekerja di luar negeri dan menjadi korban penempatan ilegal atau TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)," kata Benny. 

Baca juga : Judol Meningkatkan Angka Kemiskinan Masyarakat

Benny menyatakan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjadi pekerja migran prosedural. Selain sebagai langkah pencegahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menstimulasi para mahasiswa agar tidak selalu berpikir untuk mencari kerja di dalam negeri setelah lulus. Ia menekankan bahwa peluang kerja di luar negeri bagi lulusan dalam negeri juga sangat terbuka lebar.

"Ini juga sekaligus mendorong anak-anak bangsa tidak hanya berpikir untuk mendapatkan pekerjaan di negerinya sendiri, tapi juga melihat peluang kerja di luar negeri yang sangat terbuka. Harus ada upaya-upaya kerja keras untuk kita mempersiapkan SDM, dan lembaga pendidikan tinggi itu adalah lembaga pendidikan yang menyiapkan SDM-SDM itu," ungkap Benny.

Benny juga menegaskan bahwa BP2MI siap membuka jalan bagi para mahasiswa lulusan dalam negeri untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Ia yakin bahwa lulusan dalam negeri bisa bersaing dengan lulusan luar negeri, asalkan SDM benar-benar dipersiapkan.

Baca juga : Semangat Berbagi, Kementerian ATR Sembelih 72 Hewan Kurban Untuk Masyarakat

"Negara penempatan begitu banyak, sektor pekerjaan begitu terbuka, bahkan jumlahnya juga sangat banyak. Kita berkompetisi dengan negara penempatan. Siapkan mereka agar memiliki kompetensi, keahlian, keterampilan di sektor pekerjaan yang nanti akan mereka pilih, dan juga kemampuan berbahasa," tegas Sekjen Partai Hanura itu.

Dia juga mengakui bahwa saat ini sektor yang paling diincar dari Indonesia adalah sektor kesehatan. Permintaan untuk tenaga medis sangat besar dari negara-negara Eropa dan Asia.

"Peluang kerja luar negeri di sektor kesehatan ini sangat terbuka. Timur Tengah, Asia, Eropa. Mudah-mudahan mereka lulus dari kampus ini bisa langsung menangkap peluang kerja di luar negeri," pungkas Benny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.