Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Festival Literasi Digital Ajak Generasi Muda di Magelang Bijak Bermedsos
Selasa, 10 September 2024 12:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kemudahan akses internet wajib diimbangi dengan pemahaman mengenai dunia digital itu sendiri, salah satunya dengan etika digital.
“Salah satu empat pilar literasi digital adalah Digital Ethics, yaitu etika saat di ruang digital yang tidak berbeda dengan etika di dunia nyata, hanya karena tidak bertatap muka secara langsung kalian harus tetap sopan santun dengan orang lain dan tidak sembarangan dalam meng-update status,” ujar Bambang Tri Santoso, Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan pada Festival Literasi Digital bertajuk “Etika Pelajar di Dunia Digital” di Magelang Jawa Tengah dalam keterangannya, Selasa (10/9/2024).
Bambang menyampaikan, di samping pilar etika digital, tiga pilar literasi digital lainnya juga wajib diketahui agar senantiasa aman di ruang digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Imam Baihaqi menekankan pentingnya moral dalam interaksi sosial, termasuk di dunia digital.
Baca juga : Chelsea Teratas, Ini Daftar Klub Terbesar Habiskan Uang Belanja Pemain
“Moral menjadi dasar yang sangat penting dalam kehidupan, guna tercapainya suatu tatanan masyarakat yang mampu menjaga hubungan sosial dengan baik, namun malah seakan diabaikan," ujar Imam pada audien yang berasal dari 13 sekolah menengah di Magelang.
Menurutnya, moral menjamin harkat dan martabat pada diri seseorang demi terjalin rasa hormat antar sesama manusia.
Lebih lanjut lmam mengatakan, meski teknologi telah membuat pandangan mengenai moral turut berevolusi, peserta harus memahami bahwa moral masih menjadi hal yang penting di ruang digital.
Saat ini terdapat banyak kegelisahan terkait dengan problematika moral di era digital. Banyak permasalahan muncul yang disebabkan oleh adanya penyalahgunaan media digital, contohnya seperti cyberbullying,” ujar Imam.
Baca juga : Hindari Makanan Berpemanis
Menurutnya, moral dan etika di dunia digital lah yang dapat menjadi batasan agar tidak terjadi situasi-situasi yang tidak diinginkan.
Aktivis Pendidikan Alternatif & Kontributor Islami.co, Ubaidillah Fatawi, menjelaskan, adanya konsekuensi moral di dunia digital dapat menjadi jebakan bagi para generasi muda di masa depan.
“Jejak digital, apapun yang kita posting di media sosial, itu akan direkam oleh platform tersebut. Kalau kalian posting yang baik-baik, kalian akan dikenal baik, begitupun juga sebaliknya,: ujar Ubaidillah.
Risiko jangka panjang jika mem-posting hal yang buruk adalah kesulitan mencari kerja.
Baca juga : Novum Lemah, MA Diminta Tolak PK Mardani Maming
"Di zaman yang semakin canggih ini, para HR akan melakukan background checking dari akun media sosial kalian,” ujarnya.
Menurut Ubaidillah, etika digital erat kaitannya dengan keamanan digital. Oleh sebab itu, selain wajib bermoral, harus berhati-hati dalam membagikan data diri.
“Hati-hati juga untuk mem-posting data pribadi kalian di internet, karena data tadi bisa disalahgunakan untuk membobol akun kalian, meliputi nama ayah, nama ibu, tanggal lahir, dan alamat,” pungkas Ubaidillah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya