RM.id Rakyat Merdeka - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kesiapan seluruh bandara dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, untuk menyambut Nataru ini, InJourney melakukan transformasi di sektor kebandarudaraan karena bandara merupakan wajah bangsa atau gateway of the nation.
"Bandara merupakan tempat yang didatangi untuk pertama dan terakhir oleh wisatawan. Terdapat 150 juta penumpang per tahun melalui bandara yang kami kelola," kata Maya dikutip Minggu (22/12/2024).
Maya menjelaskan, program transformasi yang dicanangkan oleh InJourney dilakukan secara fundamental yang meliputi aspek premises, process, dan people.
Sebagai pilot project, transformasi ini dimulai dari 2 bandara besar yang dikelola oleh InJourney Airports yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Adapun, kedua bandara ini merupakan bandara tersibuk di periode Nataru. Diperkirkan di Bandara Soekarno-Hatta terjadi lonjakan jumlah penumpang mencapai 3,05 juta atau naik sekitar 7 persen dari sebelumnya 2,85 juta penumpang.
Baca juga : Libur Nataru, BRI Terapkan Layanan Operasional Terbatas
Sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan 1,39 juta penumpang atau naik sekitar 7 persen dari sebelumnya 1,27 juta penumpang.
Maya mengungkapkan, pada aspek peningkatan kualitas infrastruktur bandara berfokus pada customer experience seperti beautifikasi terminal, implementasi CT & ATRS X-ray untuk peningkatan kecepatan pelayanan, optimalisasi suhu udara.
Sementara, pada aspek process dilakukan dengan peningkatan operasional bandara berbasis ekosistem dengan data driven decision making.
Pada aspek people dilakukan dengan value, attitude, mindset serta kompetensi berbasis customer centric berstandar global.
Salah satu program dari transformasi adalah beautifikasi atau peningkatan estetika terminal penumpang baik di area interior maupun eksterior, termasuk penataan ulang area taman dan area hijau yang mengusung konsep nuansa kebudayaan Indonesia dipadukan dengan teknologi.
Sejalan dengan beautifikasi ini, penumpang pesawat dan pengunjung sudah dapat melihat dan merasakan perubahan estetika cukup signifikan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga : Sambut Formula 1 2025, Ferrari Luncurkan Mobil Anyar
Area check in Terminal 3 kini dilengkapi ornamen beragam tanaman dan tumbuhan hijau didukung pencahayaan terbaik.
Ornamen ini dapat dilihat di sepanjang facade tenant komersial dan island konter check in.
Untuk melengkapi beautifikasi, area check in Terminal 3 didukung implementasi teknologi melalui fasilitas self baggage drop yang memungkinkan penumpang pesawat secara mandiri dan cepat bisa memproses koper, tas atau barang bawaan tercatat guna dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.
Pintu masuk untuk keberangkatan penerbangan domestik dan internasional kini juga dilengkapi lanskap taman sehingga memberikan kesan nyaman dan teduh di dalam Terminal 3.
Kemudian, dinding di area pengambilan bagasi dilengkapi taman vertikal.
Sementara, lokasi conveyor belt dilengkapi tanaman-tanaman hijau guna membuat kesan adanya hutan mini.
Baca juga : Sambut Nataru, BRI Pastikan Kehandalan Super Apps BRImo dan Oprimalkan Layanan E-Channel
Di baggage claim area kedatangan internasional juga ada satu yang menjadi pusat perhatian penumpang pesawat, yakni LED berukuran besar yang menampilkan video alam dan budaya Indonesia.
Sementara, di area luar Terminal 3, dilakukan penataan ulang taman dan area hijau.
"Diharapkan dengan adanya transformasi ini kami dapat mengoptimalkan pelayanan masyarakat pada peak season," tutup Maya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.