Sebelumnya
“Kami juga bekerja sama dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang jumlahnya ada 8.000 relawan dan sudah tercatat, Kemudian ada lembaga swadaya masyarakat (LSM),” ungkap Meutya.
Selain itu, Kementerian Komdigi akan memanfaatkan langkah kolaborasi itu untuk membangun iklim internet yang ramah bagi anak. Langkah perlindungan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Di sini kami perlu bekerja sama dengan pihak non governmental organization (NGO) yang bergerak di bidang anak, karena tidak mungkin kami dari pemerintah bergerak sendirian,” tuturnya.
Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengingatkan, ancaman judiol sangat serius.
Baca juga : Komdigi Bertekad Kikis Kesenjangan
Pendekatan teknologi sangat efektif untuk mengatasinya. Dengan memanfaatkan teknologi, Pemerintah bisa mendeteksi dan memblokir akses ke situs perjudian online.
“Tentu ini memerlukan pendekatan multi-layer yang melibatkan berbagai alat dan teknik,” katanya.
Mencegah dan menangani praktik perjudian online juga butuh implementasi pemanfaatan AI.
Melalui analisis data besar dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam memantau dan menanggulangi praktik perjudian online ilegal.
Baca juga : PAN Acungkan Jempol, Juga Sampaikan Catatan
“AI juga dapat dilatih untuk mengidentifikasi tanda-tanda spesifik dari aktivitas perjudian online ilegal,” paparnya
Dia juga mendorong tim pemberantasan judol menggunakan analisis data besar yang memungkinkan pengumpulan dan analisis volume data dari berbagai sumber perjudian online.
Termasuk, riwayat transaksi keuangan, catatan akses internet, dan interaksi media sosial.
Dengan menganalisis data historis dan tren saat ini, model tersebut dapat memprediksi kapan dan di mana situs perjudian ilegal baru mungkin muncul.
Baca juga : KPU Kaltim Masih Nunggu Jadwal Sidang Pendahuluan
“Sehingga memungkinkan pihak berwenang untuk bertindak proaktif dalam mencegah aktivitas ilegal,” terangnya. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 5 Januari 2025 dengan judul "Semua Partai Peserta Pemilu Bisa Usung Capres-Cawapres, Kado Indah Atau Bikin Ruwet? Firman Soebagyo: Dampaknya Akan Semakin Ruwet Saja"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.