RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mendukung rencana InJourney Aviation Services (IAS) untuk mengembangkan kawasan Aerotropolis. Konsep ini mengintegrasikan bandara dengan berbagai fasilitas pendukung seperti industri, pergudangan, hunian, pusat bisnis, dan retail.
“Pemerintah mendukung inisiasi IAS ini karena harapannya ekosistem tersebut dapat mendorong pertumbuhan berbagai sektor industri, khususnya kargo dan logistik,” ujar Faisol saat menerima kunjungan perwakilan IAS di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (10/1/2025).
Untuk diketahui, biaya operasional sektor logistik saat ini mencapai 23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara ASEAN lainnya yang sekitar 14 persen, menurut data Bank Dunia.
Baca juga : Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia Untuk Perjuangan Palestina
Kawasan aerotropolis dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan klaster bisnis baru serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian. “Dengan konektivitas yang mudah untuk barang dan manusia, peluang ini dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor industri dan logistik,” tambah Faisol.
Direktur Utama IAS, Dendi Tegar Danianto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mengelola sembilan hub kargo udara utama serta 39 terminal kargo di seluruh Indonesia. IAS juga berencana membangun kawasan aerotropolis seluas 80 hektare di Bandar Udara Internasional Yogyakarta.
“Nantinya kawasan ini akan dilengkapi dengan hunian, perkantoran, pusat olahraga, rumah sakit, pergudangan, hotel, dan pusat pameran. Gudang kargo juga akan memiliki akses langsung ke bandara, menjadikan kawasan ini sebagai pusat ekonomi terpadu di Kulon Progo,” ungkap Dendi.
Baca juga : Menperin-Menaker Sepakat Ciptakan Lapangan Kerja Baru Di Sektor Industri
Meski kargo udara umumnya lebih mahal dibandingkan transportasi darat dan laut, IAS tetap optimis mampu bersaing karena layanan mereka cocok untuk industri yang membutuhkan pengiriman cepat dengan harga yang kompetitif.
Tren positif dalam sektor logistik global yang diproyeksikan mencapai 12,68 triliun dolar AS pada 2025 semakin memperkuat potensi pertumbuhan industri ini. Seiring dengan lonjakan e-commerce yang diperkirakan mencapai 7,4 triliun dolar AS pada 2025, inovasi logistik yang efisien menjadi kebutuhan yang mendesak.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemenperin serta para pemimpin IAS dan mitra terkait. Pemerintah berharap sinergi ini dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor logistik nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.