BREAKING NEWS
 

Lemhannas Buka Program P4N

Calon Pemimpin Nasional Bakal Digodok 6 Bulan

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : AULIA DARWIS
Kamis, 6 Februari 2025 07:30 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB. Ace Hasan Syadzily (keempat kiri)berfoto bersama jajaran di acara program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (5/2/2025). Program P4N LXVIII merupakan langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin yang visioner dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menggelar pembukaan program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan Ke-68 Tahun 2025. Kegiatan itu diikuti banyak peserta, mayoritas adalah calon pemimpin nasional.

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan, seluruh peserta akan dibekali berbagai materi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Materi juga disesuaikan dengan misi Pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni Asta Cita.

“Program pendidikan ini berjalan selama 6 bulan. Semua materi nanti direlevansikan dengan Program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya dikutip usai acara pembukaan di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Eks anggota DPR ini mengatakan, dari delapan misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo, tiga di antaranya yakni memperkokoh ideologi Pancasila, memantapkan sistem pertahanan keamanan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta energi dan memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca juga : Beringin Siap Tegak Lurus

Ace mengungkapkan, para peserta program P4N LXVIII terdiri dari para calon pemimpin nasional dengan berbagai latar belakang. Mulai dari TNI sebanyak 48 orang, Polri 31 orang, ASN 11 orang hingga Non Aparatur Sipil Negara sebanyak 10 orang.

Selain itu, ada juga peserta mancanegara sebanyak 8 orang berasal dari Timor Leste, Yordania, Singapura, India dan Malaysia.

Dalam pendidikan tersebut para peserta dibekali tiga materi. Pertama, berkaitan tentang empat konsensus kebangsaan. Tujuannya agar peserta memiliki pemahaman yang utuh, komprehensif, integral dan holistik tentang nilai-nilai kebangsaan.

Kedua, para peserta dibekali tentang isu perkembangan dinamika geopolitik global, regional maupun nasional. Perkembangan politik ini dijadikan sebagai satu rujukan bagi peserta ketika sudah lulus.

Baca juga : Gugatan Ditolak MK, Risma-Gus Hans Legowo

Ketiga, tentang berbagai wawasan dan pengetahuan tentang tantangan yang tengah berjalan. Misalnya isu perubahan iklim dan isu geopolitik yang kaitannya dengan cybernetika. Nanti peserta juga mulai diperkenalkan tentang Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, yang paling penting dari program ini adalah output, mengimplementasikan dari berbagai teori-teori pengukuran tentang ketahanan nasional.

Ace menegaskan, apa yang diberikan nanti akan direlevansikan dengan Asta Cita Presiden.

“Kita ketahui salah satu di antara program Asta Cita Bapak Presiden itu adalah memperkokoh nilai-nilai Pancasila, demokrasi dan HAM,” imbuhnya.

Baca juga : Duh, Dana Desa Dipakai Buat Judol Dan Pacaran

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, Lemhannas secara khusus memilih tema-tema yang terkait dengan cara memperkuat dan mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Lemhannas juga memberikan strategi mewujudkan hilirisasi di berbagai sumber kekayaan alam.

“Materi ini untuk kita wujudkan, termasuk juga bagaimana terkait SDM agar menjadi manusia yang unggul,” jelas Ace.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense