Dark/Light Mode

Pemerintah Optimalkan Sumber Daya Alam

Hilirisasi Dongkrak Nilai Tambah Dan Daya Saing

Kamis, 6 Februari 2025 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto. (Foto: Instagram/airlanggahartarto_official)
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto. (Foto: Instagram/airlanggahartarto_official)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat hilirisasi sebagai strategi utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto mengatakan, hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing berbagai komoditas, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

“Potensi komoditas dan Sum­ber Daya Alam (SDA) Indonesia yang besar harus dimanfaat­kan dengan optimal melalui hilirisasi,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Rabu (5/2/2025).

Mantan Menteri Perindus­trian ini menjelaskan, Indonesia telah lama mengandalkan SDA sebagai motor penggerak eko­nomi. Seperti pada era Presiden Soeharto, sektor minyak, gas dan kelapa sawit menjadi ung­gulan. Namun, tanpa penge­lolaan yang tepat, SDA yang melimpah justru bisa menjadi permasalahan.

Baca juga : Natasha Wilona, Bisnis Dan Syuting Usir Kesepian

Karena itu, Pemerintah mulai menerapkan kebijakan hilirisasi sejak 2009 melalui Undang-Undang (UU) Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang melarang ekspor bahan mentah.

Contohnya, bauksit yang sebe­lumnya diekspor dan diolah di luar negeri menjadi blok mesin, kini diarahkan diolah di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah.

“Pemerintah melihat peluang besar dalam hilirisasi untuk me­ningkatkan nilai tambah produk dalam negeri,” jelas Airlangga.

Selain sektor pertambangan, lanjut Airlangga, hilirisasi juga dilakukan di sektor pertanian, khususnya kelapa sawit.

Baca juga : Anggaran Infrastruktur Dipotong 81 T, Proyek Jalan, Irigasi & Bendungan Terganggu

Pada 2024, Indonesia mem­produksi hampir 50 juta ton minyak sawit yang sebagian di­gunakan untuk produksi biofuel atau biodiesel B40. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi dan mengura­ngi impor solar.

Selain hilirisasi SDA, Peme­rintah juga fokus pada pengem­bangan industri berbasis digital sebagai strategi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Semikonduktor menjadi salah satu sektor yang akan dikem­bangkan karena memiliki potensi besar dalam industri teknologi.

“Jika tidak mengejar sek­tor ini, kita akan tertinggal. Digitalisasi, Artificial Intelli­gence (AI) dan pengembangan sumber daya manusia adalah masa depan ekonomi yang harus kita kuasai,” tegas Airlangga.

Baca juga : Pram Mulai Latihan Ngantor di Balai Kota

Direktur Eksekutif Institute for Development of Econom­ics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai, pengelolaan hilirisasi yang tepat dapat men­dorong perekonomian Indonesia tumbuh pesat.

“Yang terpenting, teknologi pengolahan harus dikuasai deng­an baik agar tidak bergantung pada asing. Jika ini berhasil, visi Presiden Prabowo Subianto untuk pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen bisa tercapai,” ujar Esther.

Dengan percepatan hilirisasi di berbagai sektor dan pengem­bangan industri berbasis digital, Pemerintah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.