RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto gelar pelantikan serentak terhadap 961 kepala daerah hasil Pilkada 2024. Pelantikan dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025) pagi. Para kepala daerah itu berbaris rapi di kawasan silang Monas Jakarta, lalu jalan beriringin masuk ke Istana.
Sejak pagi hari, kawasan Jalan Medan Merdeka dan Lapangan Monas sudah dipenuhi banyak orang. Mereka yang datang adalah keluarga dari kepala daerah yang akan dilantik, personel TNI-Polri, hingga masyarakat yang sengaja datang untuk menyaksikan proses pelantikan.
Tenda besar dengan bentuk memanjang dipasang di Jalan Merdeka Utara. Tenda ini merupakan tempat menunggu ratusan kepala daerah sebelum acara pelantikan. Tempat duduk sudah diatur sesuai dengan posisi saat kepala daerah nanti berbaris menuju Istana.
Tepat pukul 9.30 WIB, proses pelantikan dimulai. Para kepala daerah yang memakai pakaian dinas warna putih dan topi hitam segera berbaris rapi memanjang ke belakang. Para gubernur dan wakil gubernur berada di barisan depan. Di bagian tengah merupakan barisan bupati dan wakil bupati. Sementara di bagian belakang untuk wali kota dan wakil wali kota.
Pasukan Drum Band Gita Praja IPDN mengawali iringan ratusan kepala daerah berjalan kaki menyeberangi Jalan Merdeka Utara menuju gerbang Istana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama 2 wakilnya, Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk memimpin iringan ratusan kepala daerah.
Tempat pelantikan adalah tenda besar berwarna putih dengan baris berwarna biru yang terletak di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, seberang Wisma Negara. Pada dinding-dinding tenda dipasang lukisan presiden-presiden sebelumnya. Tidak ada kursi yang disediakan di dalam tenda.
Jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara sudah berada di dalam tenda, saat iringan kepala daerah tiba. Para pejabat yang hadir kompak memakai pakaian resmi lengkap dengan jas dan dasi.
Setelah kepala daerah tiba dan berbaris rapi, Presiden Prabowo memasuki lokasi pelantikan. Presiden datang didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Lagu Indonesia Raya langsung dikumandangkan begitu Presiden tiba. Prosesi pelantikan dimulai. Setelah pembacaan Keppres selesai, Presiden yang berdiri di podium langsung memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti seluruh kepala daerah yang akan dilantik.
Baca juga : Golkar Hormati Keputusan Prabowo
“Bersediakah Saudara-saudara mengucapkan sumpah janji sesuai agama masing-masing?" tanya Presiden sebelum memimpin pembacaan sumpah jabatan. "Bersedia," jawab seluruh kepala daerah.
Prabowo selanjutnya memimpin pengambilan sumpah jabatan kepala daerah. Diawali dengan membacakan kalimat sakral dari enam agama yang ada di Indonesia.
"Saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai wali kota, sebagai wakil wali kota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ucap Prabowo, mendikte.
Setelah pembacaan sumpah jabatan, Presiden kemudian melantik secara simbolis 6 perwakilan kepala daerah. Keenam kepala daerah itu juga merupakan perwakilan dari enam agama di Indonesia. Keenamnya yaitu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mewakili Islam, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mewakili Katolik, Wali Kota Singkawang Tjhau Chui Mie mewakili Buddha dan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mewakili Hindu.
Setelah pelantikan dan penandatangan berita acara, Prabowo menyampaikan pidato singkat. Dalam pidatonya, Prabowo mengimbau kepada 961 pimpinan daerah terpilih agar senantiasa berjuang memperbaiki kehidupan rakyat di daerah masing-masing.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengingatkan kepada seluruh pimpinan daerah bahwa mereka terpilih atas kehendak rakyat. Untuk itu, mereka adalah pelayan rakyat.
“Saudara-saudara saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa dalam mengemban tugas mereka harus terus memperjuangkan kepentingan rakyat. "Saudara adalah abdi rakyat, saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka,” tegas Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan alasan melakukan pelantikan serempak kepada kepala daerah non-sengketa dan dismissal Mahkamah Konstitusi (MK). Kata Prabowo, hal ini menggambarkan Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki sistem demokrasi berjalan positif.
Baca juga : Bule Yang Melanggar Keimigrasian Melonjak
"(Pelantikan pimpinan daerah serentak) ini juga menunjukkan kepada kita sekalian, betapa besar bangsa kita," ucap Prabowo.
"Bahwa bangsa kita yang demikian besar, yang keempat terbesar dari jumlah penduduk di seluruh dunia. Bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup, berjalan, dinamis," tambah mantan Menteri Pertahanan itu.
Acara kemudian ditutup dengan pemberian selamat dari Presiden dan Wakil Presiden diikuti jajaran Kabinet Merah Putih. Satu persatu kepala daerah yang didampingi keluarganya disalami Presiden.
"Selamat ya," ujar Presiden saat menyalami para kepala daerah.
Usai mengikuti ritual pelantikan, seluruh kepala daerah antre keluar melalui pintu kompleks Istana yang mengarah ke lokasi awak media berkumpul ketika menunggu narasumber sehabis bertemu Presiden. Lokasi ini lebih dikenal dengan nama pilar.
Di lokasi ini, para kepala daerah telah ditunggu oleh sanak keluarganya yang antusias menghadiri prosesi pelantikan. Sehingga, sempat terjadi kemacetan karena mereka menjadikan setiap sudut kompleks Istana sebagai latar belakang foto momen kebahagiaan. "Orang daerah masuk Istana," pekik salah seorang kepala daerah.
Tak cuma itu, podium yang biasa digunakan menteri atau kepala lembaga Kabinet Merah Putih (KMP) untuk memberikan keterangan pers usai bertemu Presiden, juga menjadi sasaran mereka. Sejumlah kepala daerah memanfaatkan podium untuk melakukan foto-foto.
Untuk diketahui, ada 961 kepala daerah yang dilantik Presiden di Istana. Terdiri dari 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.
Setelah dilantik, hari ini (Jumat, 21 Februari 2024) seluruh kepala daerah akan bertolak ke Akmil Magelang untuk mendapat pembekalan atau retreat. Mereka akan ditempa selama 7 hari ke depan tentang materi strategis yang berkaitan dengan efisiensi anggaran, tugas pokok dan fungsi atau tupoksi jabatan yang diemban, sampai pemantapan visi secara nasional.
Baca juga : Prestasi Indonesia Kudu Dikenang Generasi Muda
Selain itu, sejumlah kepala daerah yang mengikuti retreat juga bakal menerima pembekalan langsung dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Agenda ini dilakukan sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan sikap bela negara masing-masing kepala daerah.
Namun, hanya gubernur, Bupati dan wali kota saja yang akan mengikuti retreat. Sementara para wakilnya baru diminta hadir menjelang penutupan retreat, yakni tanggal 27 dan 28 Februari.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan tujuan dari retreat ini. Kata dia, retreat ini menekankan pentingnya disiplin dan kebersamaan. Para peserta diwajibkan makan dengan nasi kotak dan mencuci pakaian hingga sepatu mereka sendiri. Mereka juga dilarang meminta bantuan para ajudan yang diperbolehkan menginap di sekitar lokasi.
Para kepala daerah juga diminta tidur di tenda sesuai dengan jenis kelaminnya. Untuk Gubernur diberikan tenda dengan kapasitas dua orang, sedangkan Bupati dan Wali Kota akan mendapatkan tenda berkapasitas empat orang.
Ada lima pokok pembekalan materi kepada para kepala daerah. Pertama pemahaman tugas pokok karena tidak semua kepala daerah terpilih memiliki latar belakang pemerintahan.
Kedua, pemahaman tentang Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang mencakup berbagai aspek seperti ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan.
Ketiga, pembangunan kedekatan emosional yang erat antar kepala daerah. Keempat, soal pengelolaan anggaran, dan terakhir pemahaman soal kepemimpinan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.